Tiga Gempa dalam Sehari, Sinyal Aktivitas Tektonik Indonesia?

4 hours ago 3

Jakarta -

Beberapa hari usai gempa besar yang terjadi di 3 titik di wilayah Indonesia, bencana tersebut antara lain di Sulawesi Tengah dengan kekuatan M5,7, Simalungun Sumatera Utara dengan kekuatan M6,4, dan kekuatan terbesar dengan Magnitudo 7,7 di Flores. Berbagai bantuan langsung merangsek ke kawasan-kawasan pengungsian. Mengutip kabar terbaru dari detikcom, berbagai macam bantuan logistik tengah disalurkan melalui udara. Pemerintah bersama Basarnas juga bergerak cepat untuk mengebut sejumlah infrastruktur yang mendesak digunakan agar para korban cepat memperoleh penanganan.

Untuk rumah sakit, Pemerintah Daerah menjalankan skema rumah sakit lapangan guna meminimalisir risiko dampak sekunder gempa saat merawat para korban gempa. Seperti yang dilakukan Pemprov NTT di Ruteng, mereka menyulap lapangan menjadi rumah sakit darurat. Hal ini dilakukan usai RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak hingga hampir 75% akibat gempa bumi yang mengguncang Flores.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gempa berkekuatan 7,7 M yang menghantam Flores pada Sabtu (15 Agustus 2026) tersebut setidaknya menewaskan 68 orang dan 2000 orang lebih kehilangan tempat tinggal. Tidak hanya itu, infrastruktur penting seperti menara pemancar seluler hingga sekolah juga ikut terdampak. Akibatnya, kegiatan warga dan sistem komunikasi di beberapa titik lumpuh total.

detikSore akan melihat lebih dekat bagaimana proses penanganan korban usai gempa yang terjadi di NTT. detikSore juga akan mengulas lebih dalam tentang sejumlah opini yang mengatakan jika ketiga gempa tersebut saling berkaitan.

Jika benar gempa sejenis pernah terjadi pada masa lampau, benarkah bencana serupa dapat diprediksi? Simak diskusinya bersama Guru Besar Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, Irwan Meilano.


Jelang petang nanti, detikSore juga akan mengulas kesigapan negara dalam rangka memenuhi kebutuhan para korban gempa di wilayah NTT. Seperti ditulis detikProperti, pemerintah tengah menggodok wacana pembangunan hunian tetap bagi ribuan korban terdampak gempa M7,7 tersebut.

Mengutip detikProperti, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) melaksanakan hal tersebut dalam waktu dekat. Meski masih dalam masa tanggap darurat, namun dirinya merasa perlu untuk segera menyiapkan kebutuhan dasar masyarakat tersebut.

"Saya tahu ini masih dalam masa tanggap darurat, tapi kita juga seperti di Sumatera. Saat tanggap darurat, kita juga sudah membangun. Bekerjasama membangun hunian tetap," kata Ara ditemui di Wisma Mandiri 2, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama kementerian dan lembaga lain. Kemudian, ia juga sudah melakukan rapat internal bersama balai-balai di daerah beserta Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Bagaimana mekanismenya? Simak ulasannya bersama Jurnalis detikProperti!

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.

"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/vys)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |