Serba-serbi 'Kampung Hilang' saat Bendungan Karian Mengering

7 hours ago 3
Kabupaten Lebak -

Bangunan rumah tinggal menyimpan memori hingga pengalaman yang selalu hidup bagi penghuninya. Imaji dan cerita turut menghiasi sudut-sudut rumah yang tak mudah punah di benak penghuninya.

Surutnya air di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Banten saat kemarau membuat warga kembali datang mengunjungi. Mereka nostalgia melihat sisa-sisa bangunan rumahnya yang sedang tak terendam air.

Di dasar Bendungan Karian, ditemukan bekas-bekas tanda kehidupan masyarakat. Terlihat sejumlah bangunan rumah yang menyisakan dinding saja: atap dan bentuknya sudah tak lagi sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya rumah, bangunan masjid pun tampak di atas tanah. Musim kemarau ini membawa warga dapat mengenang cerita lama di lokasi yang dulu ditempati mereka.

Dulunya Permukiman Padat

Rumah-rumah itu ditinggalkan warga tahun 2023. Kampung itu ditinggalkan karena dialihfungsikan menjadi area resapan air berupa Bendungan Karian.

"Lokasi di ujung genangan Desa Sukarame dan Desa Sukajaya Kecamatan Sajira, sudah di area hulu, dan awalnya memang merupakan daerah permukiman padat," ujar Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS Cidanau Ciujung Cidurian (C3) Maretha Ayu Kusumawati, Senin (27/7/2026).

Bangunan-bangunan itu memang tidak dihancurkan saat ditenggelamkan. Petugas hanya membersihkan tanaman-tanaman di area tersebut.

"Kondisi seluruh area genangan meski sudah dibebaskan tidak dilakukan demolish untuk seluruh bangunan yang terdampak. Adapun yang dilakukan proses clearing oleh tim konstruksi hanya tanamannya saja," ujarnya.

Pengendara sepeda motor melintas di antara rumah yang mulai dirobohkan di Kampung Susukan yaitu kawasan yang terkena proyek Waduk Karian di Lebak, Banten, Senin (12/6/2023). Ratusan rumah yang berada di dua kampung, yaitu Kampung Susukan dan Kampung Cibolang sudah dirobohkan dan rencananya akan mulai dialiri air untuk Waduk Karian pada bulan September 2023. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/nym.Penampakan sebelum ditenggelamkan jadi Bendungan Karian. Rumah warga yang terkena proyek Waduk Karian terlihat sudah dirobohkan pada Senin (12/6/2023). (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Maretha Ayu menyebut saat ini air dalam waduk hanya menyusut sekitar 5%. Kondisi itu membuat bangunan rumah yang ditinggalkan itu tampak secara jelas.

"Pada muka air banjir (MAB) waduk, sebagian rumah akan tenggelam karena beda tinggi dengan muka air normal sekitar 3,35 meter. Saat ini elevasinya turun sekitar 80 cm dari muka air normal," katanya.

Warga Nostalgia Lihat Rumah Lama

Sejumlah warga mendatangi kembali kampungnya yang dulu mereka tinggali. Seorang warga yang dulu tinggal di area waduk, Odon, mengatakan biasanya hanya atap-atap masjid saja yang terlihat jika air menggenang dalam.

"Banyak juga sih yang timbul, kayak di Kampung Susukan, Karian, timbul lagi, soalnya surut. Terus Somang, Desa Sukajaya... Kalau Somang setengahnya. Sukarame," ujar Odon.

Rumah Odon berada di Kampung Bolang yang ada di tengah-tengah waduk. Meski saat ini rumahnya tak tampak, namun dua minggu lalu ia sempat berkunjung ke waduk yang sudah surut.

"Iya mengenang, mengenang tanah tempat kelahiran dulu," kata Odon.

Odon dan banyak warga lain tidak pindah jauh dari tempatnya yang dulu. Mereka membeli rumah lagi di dekat Bendungan Karian.

Odon menyebut warga biasanya memakai rakit saat berkunjung ke waduk. Mereka menerka-nerka di mana lokasi rumah mereka dulu.

"Warga di situ yang bikin rakit, kan ada yang kalau yang punya duit membeli perahu," ujarnya.

Perdana Muncul Sejak Tenggelam 2023

Setidaknya tiga tahun sudah kampung tersebut ditenggelamkan untuk menjadi Bendungan Karian. Perkampungan tersebut bak Atlantis yang tenggelam.

Pengunjung menaiki perahu getek menuju kampung yang tenggelam di Kampung Sinday, Lebak, Banten, Minggu (12/11/2023). Wisatawan bisa mengunjungi kampung tenggelam yang dijadikan Bendungan Karian tersebut menggunakan perahu dengan ongkos Rp20 ribu per orang. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/aww.Pengunjung menaiki perahu getek menuju kampung yang tenggelam di Kampung Sinday, Lebak, Banten, Minggu (12/11/2023). Wisatawan bisa mengunjungi kampung tenggelam yang dijadikan Bendungan Karian tersebut menggunakan perahu dengan ongkos Rp20 ribu per orang. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Perkampungan tersebut baru pertama kali muncul dengan jelas sejak ditenggelamkan pada 2023. Kondisi itu terjadi imbas dari kemarau panjang.

"Karena kemarau ekstrem sepertinya, baru kali ini terlihat," ucap Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Dedi Yudha Lesmana.

Dia mengatakan, biasanya hanya sebagian bangunan yang terlihat di Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira. Kini, meski masih terendam air sekitar 5%, bangunan-bangunan itu terlihat cukup jelas.

"(Sebelumnya) Hanya sebagian," katanya.

Dedi mengatakan bahwa kondisi air waduk masih aman untuk irigasi di wilayah sekitar.

"Jika di hilir membutuhkan air lebih banyak, masih dapat dikeluarkan dari Karian," ujar Dedi saat dihubungi terpisah.

Kondisi dan Fungsi Bendungan Masih Aman

BBWSC3 menyebut pasokan dan tampungan air di Bendungan Karian masih aman untuk kebutuhan air baku serta suplai air irigasi ke Daerah Irigasi (DI) Ciujung. Fenomena munculnya kembali bangunan di dasar bendungan merupakan kondisi yang wajar dan tidak mengindikasikan adanya gangguan fungsi bendungan.

Dedi mengatakan debit total air yang dirilis sebesar 24 m³/detik sebagai suplesi irigasi dari intake Bendungan Karian ke Bendung Gerak Pamarayan Baru guna melayani DI Ciujung. Dia mengatakan kebutuhan air untuk lahan pertanian di wilayah layanan masih dapat terpenuhi.

Warga menaiki perahu melintasi kampung yang terendam air di Kampung Somang, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (6/12/2024). Kampung Somang seluas 5 kilometer persegi yang menjadi lokasi penampungan air untuk Bendungan Karian itu saat ini mulai tenggelam seiring meningkatnya intensitas hujan. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/gp/rwa.Warga menaiki perahu melintasi kampung yang terendam air di Kampung Somang, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (6/12/2024). Kampung Somang seluas 5 kilometer persegi yang menjadi lokasi penampungan air untuk Bendungan Karian itu saat ini mulai tenggelam seiring meningkatnya intensitas hujan. (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

"Saat ini tampungan Bendungan Karian masih aman untuk memenuhi kebutuhan air baku maupun irigasi. Penurunan muka air sekitar 80 sentimeter dari elevasi normal merupakan kondisi yang lazim terjadi pada musim kemarau dan masih berada dalam batas aman operasi waduk," ujar Dedi.

Bekas permukiman di Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak itu berada di hulu bendungan dengan elevasi di atas +64,50 meter dan berjarak 16 kilometer dari as bendungan. Meskipun muka air waduk berada pada elevasi normal, sebagian lahan maupun bangunan yang telah dibebaskan memang masih akan tampak karena hanya tergenang sebagian.

"Sebagai upaya mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus mendatang, BBWS C3 terus menjaga ketersediaan air pada tampungan yang dikelola, baik bendungan maupun bendung agar tetap mampu memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat," kata Dedi.

Menurut Dedi, langkah ini juga sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Arnold Ritiauw, bahwa seluruh unit kerja wajib mengoptimalkan pengelolaan tampungan air selama tiga bulan ke depan guna menjaga keberlanjutan pasokan air hingga memasuki masa transisi menuju musim hujan.

(jbr/fca)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |