LRT Buka Suara soal Lampu Padam Disusul Suara Kencang di Stasiun Cawang

6 hours ago 3
Jakarta -

LRT Jabodebek mengalami insiden listrik padam dan suara kencang yang terjadi pada rangkaian kereta rute Dukuh Atas-Harjamukti saat memasuki Stasiun Cawang. Pihak LRT Jabodebek buka suara.

Kondisi tersebut sempat ramai dibicarakan di media sosial Threads. Salah satu pengguna dengan akun @by.khsnl melaporkan bahwa lampu di dalam gerbong LRT yang ia tumpangi mendadak redup.

"Kondisi (rangkaian) masih jalan memasuki Stasiun Cawang, lampu mulai redup. Pas berhenti di Stasiun Cawang baru ada bunyi ledakan," ujar pemilik akun @by.khsnl yang enggan disebutkan namanya kepada detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, bunyi ledakan tersebut terdengar satu kali dan bersumber dari arah depan rangkaian. "Sumbernya (ledakan) sih dari arah depan (arah datang kereta), entah gerbong depan atau bagaimana saya kurang tahu," katanya.

Setelah suara ledakan terdengar, para penumpang berhamburan ke luar gerbong. Pemilik akun tersebut kemudian memutuskan menggunakan opsi transportasi lain.

LRT Jabodebek Sampaikan Permohonan Maaf

LRT Jabodebek membenarkan adanya gangguan perjalanan yang terjadi pada pukul 19.11 WIB tersebut. LRT Jabodebek menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna.

"KAI menyampaikan permohonan maaf atas adanya gangguan perjalanan LRT Jabodebek. Saat ini, sarana tersebut telah dievakuasi menuju Stasiun Harjamukti untuk dilakukan pengecekan dan perbaikan oleh tim teknis," ucap Manager of Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika.

LRT Jabodebek memastikan seluruh penumpang yang berada di dalam kereta telah dievakuasi dengan selamat sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP). Terkait laporan mengenai suara kencang dari gerbong, tim teknis saat ini sedang melakukan pemeriksaan intensif untuk mengidentifikasi sumber suara tersebut.

Radhitya menyampaikan bahwa operasional perjalanan LRT Jabodebek telah kembali normal pada pukul 21.15 WIB.

"Sekali lagi kami memohon maaf atas gangguan yang ditimbulkan, dan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap setiap gangguan operasional sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sarana dan keselamatan perjalanan LRT Jabodebek," tutup Radhitya.

(isa/zap)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |