BMKG Siap 'Bikin Hujan' di Jakarta Saat Kemarau Panjang, tapi Ada Syaratnya

4 hours ago 1

Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap strategi yang disiapkan untuk menekan dampak kemarau panjang di Jakarta. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan, namun ada syaratnya.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pelaksanaan OMC di Jakarta bersifat situasional. OMC dilakukan jika kemarau berkepanjangan di Jakarta.

"Kalau di Jakarta situasional ya. Jadi BMKG bekerjasama dengan BPBD DKI Jakarta itu secara situasional melihat situasi yang ada di Jakarta. Jadi ketika memang kondisinya sudah hari tanpa hujan cukup panjang, maka dilakukan operasi modifikasi cuaca," kata Faisal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan keberadaan awan menjadi syarat utama pelaksanaan modifikasi cuaca. Tanpa awan, hujan buatan tidak bisa dilakukan.

"Dengan catatan ketika awan masih ada ya. Karena kalau tanpa awan kita tidak bisa memodifikasi, sehingga nantinya bisa membuat Jakarta lebih adem," ujarnya.

Selain memanfaatkan OMC, BMKG juga telah memasang Ground Based Generator (GBG) di sejumlah gedung tinggi di Jakarta. Teknologi ini digunakan untuk membantu memicu hujan ketika terdapat awan yang dinilai berpotensi menghasilkan hujan.

"Karena begini, di beberapa gedung tinggi di Jakarta, bekerjasama BMKG juga dengan BPBD DKI Jakarta, itu kita juga memasang namanya Ground Based Generator," ujarnya.

"Jadi ketika nanti ada awan yang kira-kira sehat untuk menghujankan Jakarta, maka akan dilepaskan uap air atau flare untuk kemudian terjadi hujan," lanjut Faisal.

Faisal mengatakan langkah tersebut juga menjadi upaya menjaga kualitas udara saat kemarau berkepanjangan. Menurutnya, kualitas udara di Jakarta umumnya memburuk apabila hujan tidak turun selama dua hingga tiga pekan.

"Ini biasanya kalau dalam 2-3 minggu tanpa hujan sama sekali, kualitas udara di Jakarta juga menurun. Jadi salah satu upayanya adalah dengan melakukan hujan pada saat kondisinya memungkinkan di Jakarta," ujarnya.

(eva/fca)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |