Jakarta - Ribuan warga senang dan antusias terhadap pelaksanaan Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar). Mulai dari pedagang hingga komunitas merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut.
Warga dari Gunung Puyuh Permai, Lilis mengaku senang dan antusias menunggu arak-arakan di depan Alun-alun Sumedang. Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran diawali dengan acara mengarak Mahkota Binokasih yang diiringi kereta kencana. Arak-arakan melintasi jalan utama Kabupaten Sumedang.
"Seneng lihat acara budaya seperti ini, ajak anak sama suami nonton ke alun-alun," ujar Lilis, dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).
Asep, dari kelompok paguyuban Asep Sumedang mendukung kegiatan peringatan Tatar Sunda. Menurutnya kegiatan kebudayaan harus terus dilestarikan dan dikenalkan kepada anak muda.
"Setuju kalau diselenggarakan setiap tahun," kata Asep.
Penjual es teh di alun-alun Santi mengaku sudah tiga galon air es teh yang terjual saat Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran berlangsung, sedangkan pada hari biasa hanya habis satu galon.
"Alhamdulillah, kalau ada acara seperti ini penjualan naik banyak. Sering-sering saja acara seperti ini biar laku banyak," kata Santi.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) mengatakan setiap kegiatan kebudayaan pasti juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
"Potensi ekonomi pasti tinggi. Setiap kegiatan seperti ini juga melahirkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) baru," ujar KDM.
"Ini kan tergolong mendadak, tahun depan Sumedang akan berdandan pasti potensinya akan jauh lebih baik," sambungnya.
Sementara, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menuturkan kamar hotel penuh oleh tamu yang ingin berlibur panjang sekaligus menonton kirab budaya.
"Hotel penuh, restoran penuh dan saya yakin UMKM di Sumedang senang dan berkembang. Terima kasih atas inisiasi kegiatan ini di Sumedang," pungkasnya.
(anl/ega)

















































