Megawati Terima Kunjungan Dubes Australia, Bahas Dinamika Global

5 hours ago 3

Jakarta - Presiden RI ke-5 sekaligus yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier. Dalam pertemuan itu, Megawati menyinggung pesan Presiden RI ke-1 Sukarno terkait pentingnya memprioritaskan pertemuan dengan para duta besar.

Pertemuan digelar di kediaman Megawati kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). Megawati dan Dubes Rod membahas hubungan Indonesia-Australia hingga situasi geopolitik global.

Dalam pertemuan itu, Megawati didampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Strategis PDIP Andi Widjajanto, serta Direktur Hubungan Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan. Sementara Rod Brazier didampingi Wakil Dubes Australia untuk Indonesia Gita Kamath.

Megawati dan Dubes Rod sepakat jika Kota Darwin bisa menjadi pintu gerbang kerja sama ekonomi Australia dengan Papua dan Nusa Tenggara Timur. Dubes Rod yang fasih berbahasa Indonesia mengaku punya kedekatan dengan Makassar karena pernah mengikuti program pertukaran mahasiswa di Universitas Hasanuddin.

"Saya satu tahun tiga bulan (sebagai Dubes). Saya pernah ikut pertukaran mahasiswa di Universitas Hasanuddin dan saya tinggal bersama keluarga Indonesia di Makassar. Waktu itu namanya Ujung Pandang," kata Dubes Rod.

Perbincangan keduanya semakin hangat saat membahas diplomasi. Dubes Rod mengaku kagum terhadap Sukarno sebagai pemimpin revolusi dan perannya dalam mencetuskan Konferensi Asia-Afrika.

Megawati lalu menceritakan pengalamannya saat menjabat Presiden. Dia mengatakan Bung Karno mengajarkan pentingnya menghormati para duta besar sebagai wakil negara sahabat yang berdaulat.

"Saya diajarkan oleh Bung Karno kalau ada perwakilan kedutaan yang ingin bertemu, harus segera diterima dan disambut dengan baik karena para dubes itu mewakili suatu negara yang berdaulat. Karena itulah ketika jadi Presiden, dan ada dubes yang mau bertemu, maka selalu saya prioritaskan," papar Megawati.

Keduanya juga berdiskusi terkait situasi geopolitik dunia. Megawati menyoroti dampak perang yang merugikan semua pihak.

Megawati berharap PBB bisa memainkan peran lebih besar dalam menjaga perdamaian dunia. Dubes Rod pun sepakat jika kondisi global saat ini turut berdampak serius bagi Australia, termasuk lonjakan harga BBM.

Dalam kesempatan itu, Rod mengaku baru mengunjungi dan mendengar kiprah Megawati dalam pengembangan kebun raya di Indonesia. Megawati diketahui juga menjabat Yayasan Kebun Raya Indonesia.

"Saya selalu mendorong komitmen terhadap lingkungan. Sekarang sudah ada lebih dari 45 Kebun Raya. Setiap kepala daerah PDIP diminta untuk membuat Kebun Raya," ujar Megawati.

Megawati mengatakan dirinya kerap mengajak para duta besar mengunjungi kebun raya di berbagai daerah Indonesia. Menurutnya, banyak dubes tertarik melihat.

"Kebanyakan Dubes ingin melihat Kebun Raya Bali," kata Megawati.

Simak juga Video: Harapan Dubes Australia untuk Indonesia: Hubungan Antarmasyarakat Bisa Makin Erat

(amw/rfs)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |