Presiden Venezuela Temui Trump, Minta Bantu Lunasi Utang Rp 3.560 T

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Delegasi Venezuela yang dipimpin oleh Presiden Sementara Delcy Rodriguez memulai perundingan strategis terkait energi, utang, dan pertambangan dengan pihak Amerika Serikat (AS) di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB. Pembicaraan tingkat tinggi ini diharapkan berujung pada penandatanganan berbagai kesepakatan krusial sebagai bagian dari rencana Presiden AS Donald Trump untuk membangun kembali industri utama Venezuela.

Mengutip Reuters, Selasa (22/09/2026), Rodriguez beserta timnya tiba di New York pada Senin pagi dan langsung disambut oleh diplomat tinggi AS di Venezuela, John Barrett. Ini merupakan lawatan perdananya ke AS sejak menjabat sebagai presiden sementara pada bulan Januari di bawah pengawasan ketat Washington, menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan AS.

Agenda pertama Rodriguez langsung diisi dengan pertemuan terpisah bersama Presiden Inter-American Development Bank (IDB) Ilan Goldfajn, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, serta Presiden Bank Dunia Ajay Banga.

"Kunjungannya akan sangat berfokus pada restrukturisasi utang, dana, dan pembayaran," ungkap salah satu sumber yang mengetahui jalannya diskusi tersebut.

Sebelumnya pada bulan Mei, Venezuela telah mengumumkan rencananya untuk merestrukturisasi utang negara dan utang perusahaan minyak negara PDVSA, yang diperkirakan oleh para analis berkisar antara US$ 150 miliar (Rp 2.670 triliun) hingga US$ 200 miliar (Rp 3.560 triliun). Sebulan yang lalu, para penasihat hukum dan keuangan juga telah meluncurkan sebuah komite guna mengoordinasikan partisipasi kreditur dan mengamankan perwakilan mereka dalam negosiasi dengan Caracas.

Presiden IDB Ilan Goldfajn memastikan bahwa lembaganya tengah menyusun rencana keterlibatan dua tahun untuk Venezuela yang berfokus pada listrik dan perlindungan sosial.

"Upaya ini mencakup misi untuk memeriksa kerangka makroekonomi dan data negara, serta untuk memperkirakan kebutuhan investasi di berbagai sektor," tutur Goldfajn.

"Kami juga berupaya menyelaraskan berbagai langkah pemulihan secara komprehensif."

Di ranah diplomasi dan hak asasi manusia, Menteri Luar Negeri Felix Plasencia juga terpantau mengadakan pertemuan dengan para pejabat Inggris, termasuk Menteri Inggris untuk Amerika Chris Elmore.

"Kami membahas kemajuan menuju transisi demokrasi dan hak asasi manusia, serta pemulihan dan rekonstruksi menyusul gempa bumi tahun ini," papar Elmore.

Seluruh menteri dan pejabat tinggi Venezuela sejatinya telah memajukan negosiasi selama berbulan-bulan sebelum perjalanan Rodriguez ke New York. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengonfirmasi bahwa pertemuan yang sangat dinanti antara Trump dan Rodriguez dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa di sela-sela resepsi yang diselenggarakan oleh Presiden AS. Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri dan Informasi Venezuela belum memberikan komentar resmi.

Untuk mendukung aktivitas diplomatik ini, beberapa gedung milik Venezuela di New York yang telah ditutup selama bertahun-tahun, termasuk konsulat dan kantor misi PBB negara tersebut, baru-baru ini direnovasi dan dibuka kembali. Pertemuan antara Rodriguez dan pejabat IDB yang turut dihadiri Menteri Minyak Paula Henao bahkan dilangsungkan di gedung misi PBB tersebut.

Langkah normalisasi ekonomi juga terlihat di sektor energi. Awal bulan ini, Menteri Minyak Paula Henao, Menteri Pertambangan Hector Silva, dan pejabat tinggi PDVSA berpartisipasi dalam konferensi energi G20 di Houston. Dalam acara tersebut, Venezuela menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan produsen minyak AS Continental Resources untuk area di Sabuk Orinoco, serta kontrak terpisah yang memberikan hak operasional dan ekspor tambang emas kepada perusahaan investasi AS Heeney Capital.

Selain itu, perjanjian awal dengan raksasa energi AS ExxonMobil juga sedang dinegosiasikan dan berpotensi membuka jalan bagi kembalinya perusahaan tersebut ke ladang minyak Venezuela.

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |