Harga Emas dan Perak Tersungkur, Bandar Takut The Fed

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas turun sejalan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Senin (21/9/2026) ditutup di posisi US$ 4342,96. Harganya melemah 0,78%.

Pelemahan ini memutus tren positifnya yang menguat dua hari beruntun.

Pada hari ini, Selasa (22/9/2026) pukul 05.41 WIB, harga emas menguat 0,21% ke US$ 4352,13 per troy ons.

Ekspektasi kenaikan suku bunga mendorong dolar Amerika Serikat (AS) menguat ke 100,395. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

"Kami melihat masih ada kekhawatiran di kalangan investor bullish mengenai kebijakan moneter AS yang lebih ketat. Kondisi ini telah mendorong indeks dolar AS ke level tertinggi lebih dari dua bulan pada Jumat. Faktor-faktor bearish tersebut menekan logam mulia," kata Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange, dikutip dari Refinitiv.

Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga AS pada Desember mencapai 88%.

Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, daya tariknya berkurang ketika suku bunga tinggi karena investor dapat memperoleh imbal hasil dari aset berbasis bunga.

Perang AS-Israel dengan Iran telah mendorong harga energi naik, meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat sikap kebijakan moneter ketat bank-bank sentral. Kondisi tersebut membuat harga emas kini turun 17% dari level tertingginya pada 27 Februari.

Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada Minggu bahwa inflasi masih terlalu tinggi di seluruh sektor ekonomi AS, bukan hanya akibat kenaikan harga minyak.

Analis TD Securities memperkirakan pelemahan jangka pendek di pasar logam mulia akan terbatas, terutama akibat aksi jual dari Commodity Trading Advisor (CTA). Mereka menilai pelemahan tersebut justru semakin berpotensi menjadi kesempatan untuk membeli emas.

Sementara itu, harga perak  pada perdagangan Senin (21/9/2026) ditutup di posisi US$ 66,03. Harganya melemah 0,32%.

Pelemahan ini memutus tren positifnya yang menguat dua hari beruntun.

Pada hari ini, Selasa (22/9/2026) pukul 05.41 WIB, harga perak menguat 0,1% ke US$ 66,1 per troy ons.

(mae/mae)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |