Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pentingnya disiplin dan budaya kerja di lingkungan Balai Kota. Dia bahkan mengaku tak segan melarang pejabat mengikuti rapat jika datang terlambat.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri BUMD Leaders Forum 2026 di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). Dia mencontohkan bagaimana dirinya membangun budaya tepat waktu dalam setiap rapat.
"Saya sederhana saja, kalau ada yang terlambat saya lihat sekali dua kali, habis itu saya peringatkan besok jangan masuk lagi rapat," kata Pramono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ketegasan tersebut diperlukan untuk membentuk corporate culture atau budaya kerja yang disiplin di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia menyebut perubahan itu dimulai dari pimpinan.
Pramono mengatakan dirinya selalu datang lebih awal dalam setiap rapat. Dengan begitu, dia berharap para pejabat mengikuti kebiasaan tersebut.
"Saya enggak yakin dulu Balai Kota itu on time. Sekarang nggak pernah rapat Balai Kota (telat) lebih dari 5 menit. Karena apa? Gubernurnya selalu datangnya lebih awal," ujarnya.
Tak hanya soal ketepatan waktu, Pramono juga menekankan pentingnya memberi contoh nyata dalam bekerja. Salah satunya melalui kebijakan penggunaan transportasi umum setiap Rabu. Ia mengaku konsisten menjalankan kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja di lingkungan Pemprov DKI.
"Saya sampai hari ini enggak pernah melanggar. Ini bukan ingin dilihat orang, tapi membangun budaya kerja," jelasnya.
Pramono berharap, dengan disiplin dan komunikasi yang baik, kinerja jajaran Pemprov DKI Jakarta, termasuk BUMD, bisa semakin optimal ke depan. Ia juga menekankan agar setiap persoalan yang muncul dapat dikomunikasikan secara terbuka dan cepat diselesaikan.
"Problem kita yang paling utama adalah seringkali ego di antara para pejabat, termasuk pejabat BUMD-nya kegedean. Komunikasinya tidak berjalan dengan baik," imbuhnya.
(bel/idn)

















































