Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kyai Maja, Jakarta Selatan (Jaksel), kini kembali dibuka. JPO tersebut sempat ditutup setelah ditemukan kerusakan berupa hilangnya 20 pelat besi pada bagian tangga.
Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (23/9/2026), jembatan tersebut kini sudah diperbaiki. Tampak anak tangga yang sempat hilang sudah dipasang pelat besi baru berwarna hijau.
Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kyai Maja, Jakarta Selatan (Jaksel) kini kembali dibuka. (Adhfar/detikcom)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah warga juga terlihat bisa menggunakan JPO tersebut. Salah seorang pedagang bernama Saduloh (49) mengungkap jembatan tersebut sempat rusak sejak 2 bulan yang lalu.
"Sejak 2 bulan yang lalu lah. Dugaan dari orang-orang di sini mah pasti dicoba ada yang nyolong," ujar Saduloh saat ditemui di sekitar JPO.
Saduloh mengatakan jembatan tersebut diperbaiki semalam. Dia menyebut pengerjaan sudah selesai sebelum pukul 06.00 WIB pagi tadi.
"Tadi saya nyampe sini tiba-tiba ini udah benar. Berarti malam ngerjainnya," katanya.
Saduloh mengatakan JPO ini kerap dipakai warga untuk menyeberang dari arah kompleks kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) ke arah Kolam Renang Bulungan. Dia mengaku merasakan manfaat dari perbaikan JPO ini.
"Ya, enak lagilah. Kalau udah dibenerin mah enak lagi. Tapi kalau kemarin lagi pas bolong, saya mau nganter makanan aja kalau ada yang pesen dari GOR, dari kolam renang, nyeberang jalanan, nggak lewat atas," imbuhnya.
Sebelumnya, JPO di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), ditutup sementara. JPO ditutup setelah ditemukan kerusakan berupa hilangnya 20 pelat besi pada bagian tangga JPO.
Informasi tersebut disampaikan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta melalui akun Instagram resminya pada Selasa (22/9/2026). Kerusakan disebut terjadi akibat aksi vandalisme.
"Sebanyak 20 pelat besi pada bagian tangga JPO hilang akibat aksi vandalisme," tulis Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Pihaknya mengingatkan kerusakan fasilitas publik akibat vandalisme tidak hanya merugikan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut.
"Dinas Bina Marga pun mengajak masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas publik agar tetap aman, nyaman, dan dapat digunakan oleh semua warga," imbuhnya.
(fca/fca)












































