Paljaya Ungkap Waktu Ideal Sedot WC di Jakarta, Jangan Tunggu Mampet

1 hour ago 3

Jakarta - Layanan sedot WC di Jakarta masih sering digunakan warga saat kondisi septic tank sudah penuh atau saluran mampet. Padahal, menurut Perumda Paljaya, penyedotan WC sebaiknya dilakukan secara berkala sebelum muncul masalah.

Sebagai BUMD pengelola air limbah domestik di DKI Jakarta, Paljaya mengingatkan sedot WC rumah tangga idealnya dilakukan setiap 1-3 tahun sekali. Hal ini tergantung pada jumlah penghuni rumah, ukuran dan kapasitas septic tank.

"Semakin banyak penghuni yang tinggal di dalam satu rumah, volume lumpur tinja akan lebih cepat menumpuk. Sebaiknya lakukan penyedotan secara berkala, jangan menunggu sampai septic tank di rumah mampet ataupun luber," ujar Direktur Teknik dan Usaha Perumda Paljaya Rizki Shebubakar, dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).

Tanda Septic Tank Sudah Penuh

Adapun beberapa tanda septic tank perlu segera disedot, di antaranya air kloset lambat surut, saluran pembuangan sering tersumbat, muncul rembesan di sekitar septic tank.

Selain menimbulkan masalah untuk perpipaan air limbah di rumah, septic tank yang tidak rutin disedot dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitar, karena akan meningkatkan pencemaran bakteri e.coli yang bisa mengakibatkan penyakit seperti muntaber dan diare.

Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera menggunakan layanan sedot WC resmi agar limbah tidak mencemari lingkungan. Hal ini juga sejalan dengan ketentuan dalam Perda DKI Jakarta Nomor 10 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik Pasal 36 ayat (2) yang menyatakan setiap orang yang mengelola air limbah domestik melalui SPALD-S wajib mengikuti program layanan lumpur tinja terjadwal.

Bahaya Menggunakan Jasa Sedot WC Tidak Resmi

Dalam praktiknya, masih ada jasa sedot WC di Jakarta yang tidak resmi dan membuang limbah sembarangan. Hal ini berisiko mencemari sungai dan air tanah, selain itu banyak jasa sedot WC yang melakukan praktik 'tembak harga' kepada pelanggan.

Rizki menambahkan Paljaya memastikan seluruh hasil penyedotan diangkut dan diolah di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Pulogebang dan Duri Kosambi yang hasil olahannya sesuai dengan baku mutu.

"Jadi air limbah atau lumpur tinja tidak hanya disedot atau diangkut, tetapi benar-benar diproses hingga aman sesuai PermenLHK nomor 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah untuk Air Limbah Domestik, selain itu biaya sedot WC di Paljaya untuk rumah tangga hanya Rp 150 ribu per 1 m3," kata Rizki.

Paljaya, Solusi Lengkap Pengelolaan Air Limbah Jakarta

Paljaya menghadirkan layanan terintegrasi, mulai dari: Penyediaan septic tank modifikasi (BIOPAL), Layanan Sedot WC terjadwal, Layanan sambungan rumah ke jaringan perpipaan air limbah, Laboratorium pengujian kualitas air limbah, Layanan penanggulangan sumbatan, Air daur ulang, Layanan pengelolaan limbah B3 hingga Edukasi sanitasi ke masyarakat.

Dengan sistem terintegrasi ini, Paljaya menjadi solusi lengkap (one stop solution) pengelolaan air limbah domestik di Jakarta.

Masyarakat dapat mengakses layanan resmi Paljaya melalui kanal layanan yang tersedia untuk memastikan proses sedot WC di Jakarta dilakukan secara aman, legal, dan ramah lingkungan di Instagram @pdpaljaya atau di website www.paljaya.co.id. (akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |