Mendes Tegaskan Keberadaan KDMP Tidak Akan Menutup Warung-warung di Desa

8 hours ago 3

Jakarta -

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan adanya program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak akan menutup keberadaan warung-warung atau toko kelontong yang ada di desa. Justru sebaliknya, keberadaan KDMP akan berkolaborasi dengan warung-warung dan toko-toko yang ada di desa.

Lebih lanjut, Yandri mengatakan keberadaan KDMP di desa tidak hanya akan mempermudah dan menguntungkan warung-warung yang ada di desa, tapi juga akan memudahkan masyarakat yang ada di desa. Karena, KDMP merupakan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan barang-barang bersubsidi.

"KDMP adalah infrastruktur pemerintah. Jadi barang-barang bersubsidi semua akan disalurkan melalui KDMP, artinya nanti masyarakat akan benar-benar menikmati subsidi pemerintah itu, jadi masyarakat beli barang ya barang subsidi. Kalau selama ini kan sudah terlalu panjang rantai distribusi, kan mahal. Kemudian ketepatan waktu, keberlangsungan stok itu kan penting juga," ujar Yandri, dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Maka Insyaallah sebentar lagi Perpresnya akan turun tentang komitmen BUMN untuk menjadikan Kopdes menjadi penyaluran barang-barang bersubsidi seperti gas melon, pupuk, beras SPHP itu akan membuat KDMP menjadi hidup karena nanti akan ada margin atau keuntungannya, ongkos kirim dan lain sebagainya," kata Yandri.

Hal tersebut ia katakan saat memberikan arahan dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Merah Putih Provinsi Banten di Aston Anyer Beach Hotel, Jumat (7/8).

Selain itu, lanjut Yandri, KDMP juga akan berfungsi sebagai offtaker, kalau harga ikan di desa nelayan lagi jatuh akan dibeli oleh KDMP, karena ada ada cold storage-nya.

Tidak hanya itu nanti sistem KDMP akan saling mengetahui potensi desa yang lain. Jadi, jika desa nelayan memiliki banyak ikan dan desa lain tidak ada ikan, mungkin bisa subtitusi atau bisa saling tukar barang kebutuhan.

Hal tersebut juga berlaku bagi petani yang ada di desa. Gabah hasil dari petani nanti juga bisa dibeli oleh KDMP, karena nanti ada gudang yang bisa menyimpan hasil panen petani dan juga ada truk yang akan dimaksimalkan untuk mengambil dari hasil-hasil pertanian.

Oleh karena itu, Yandri mengajak seluruh kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan juga masyarakat desa untuk menyukseskan program KDMP ini.

Yandri menilai program hasil dari gagasan besar Presiden RI Prabowo Subianto tersebut sangat mulia yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat desa.

"Ekosistem KDMP sedang dibangun. Kalau masyarakat minta Kopdes berhasil ya memang belum, karena sedang berproses, belum berjalan, lagi pematangan operasionalisasinya, sekarang sedang tahap finalisasi gudang, gerai dan alat logistiknya," ujar Yandri.

"Insyaallah nanti akhir Agustus 35ribu sekian KDMP selesai," sambungnya.

Yandri menambahkan nantinya, aset KDMP akan menjadi milik desa, kemudian 20% keuntungan KDMP menjadi pendapatan asli desa. Sisa hasil usaha tersebut, lanjut Yandri, dibagikan ke rakyat desa.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah dan Ketua Umum DPP APDESI Merah Putih Anwar Sadat.

Turut mendampingi Yandri yakni Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (Dirjen PEID) Kemendes Tabrani; dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendes Agustomi Masik.

Tonton juga video "Mendes: 20% Keuntungan KDKMP Bakal Jadi Pendapatan Asli Desa"

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |