Potensi kerja sama riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi salah satu bahasan saat Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Megawati menyampaikan Pangeran Khaled tertarik membuka kerja sama riset.
"Jadi beliau rupanya mempunyai ketertarikan dan sangat berkeinginan untuk lebih memperdalam masalah apa saja kemungkinan yang kalau nanti (kerja sama), belum menjadi ini, tapi tadi saya harus menceritakan bahwa di BRIN itu ada 12 bagian. Itu dari masalah pangan, ada masalah humaniora, dan lain sebagainya," kata Megawati usai pertemuan dengan Pangeran Khaled di Abu Dhabi, UEA, Rabu (4/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Megawati menyinggung teknologi distilasi air laut atau proses penyulingan air laut menjadi air layak konsumsi yang dikembangkan di Uni Emirat Arab. Dia mengatakan bahwa teknologi tersebut berpotensi menjadi salah satu bentuk kerja sama riset yang akan dilakukan.
"Kalau saya menanyakan kepada beliau itu adalah ini, di sini ternyata kalau kita lihat kan ini tadinya gurun pasir ya, tapi kok bisa ada air mancur dan lain sebagainya. Sehingga waktu pertama itu saya tanya, rupanya di sini ini sudah dilakukan penyatuan dari ini, distilasi air laut. Nah mungkin kemungkinan itulah yang akan kami bahas lebih dalam nanti," ucapnya.
Pertemuan Megawati dan Pangeran Khaled itu berjalan selama kurang lebih satu jam. Megawati didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo dan istrinya, Nancy Prananda, Dubes RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi dan Kepala Badan Riset & Analisis Kebijakan Strategis PDIP, Andi Widjajanto.
Megawati merasa bangga atas hubungan yang sangat dekat antara Indonesia dan UEA. Dia berharap relasi kedua negara semakin erat ke depannya.
"Ya sangat bersahabat sekali. Dan saya tentunya sangat apa ya, bangga, berterima kasih bahwa antara tentu saja Uni Emirat Arab dengan Indonesia, Uni Emirat Arab, itu sudah dari dulu kan punya hubungan. Jadi mudah-mudahan ini pun akan lebih memperluas dan lebih memperdalam," kata Megawati.
Ketua Umum PDIP itu menyampaikan pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan setelah sebelumnya dilakukan pada 2025. Megawati mengatakan dirinya diundang ke Zayed Award di Abu Dhabi karena sebelumnya pernah menjadi dewan juri.
"Karena kebetulan saya juga menjadi juri dari Foundation Zayed Award, itu saya juga diundang oleh beliau. Jadi, ini pertemuan yang kedua kali. Dan karena waktu yang pertama itu beliau menanyakan Indonesia itu bagaimana dan lain sebagainya," ujar Megawati.
(knv/haf)


















































