Siswa SD NTT Bunuh Diri, Puan Sorot Pentingnya Kesehatan Mental Anak

2 hours ago 1
Jakarta -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kasus siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tewas bunuh diri. Puan mengatakan isu kesehatan dan psikologi anak harus menjadi perhatian bersama.

"Kasus kematian anak di Kabupaten Ngada tersebut tentunya merupakan duka yang cukup memilukan dan harus menjadi pembelajaran," kata Puan dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kebutuhan dasar anak yang tak mampu terpenuhi ini menjadi teguran negara. Puan menilai program pendidikan tak cukup hanya dengan memberikan layanan sekolah gratis, tetapi juga penunjang sekolah harus diperhatikan.

"Program-program pendidikan terutama beasiswa dan bantuan pendidikan harus bisa mengatasi persoalan ini. Sekolah harus bisa memetakan latar belakang anak didiknya, dan memastikan setiap kebutuhan pendidikan dapat diberikan," ujarnya.

Ketua DPP PDIP ini juga menyoroti pentingnya isu kesehatan mental anak. Dia mengatakan psikologi anak berpengaruh terhadap karakter mereka.

"Kasus di NTT ini menjadi satu contoh lagi betapa psikologi anak dapat berpengaruh terhadap karakter dan keputusan mereka. Kesehatan mental anak harus menjadi perhatian," ungkapnya.

"Peristiwa ini harus menjadi titik balik untuk mengevaluasi sistem pendidikan yang ramah anak dan mampu menjaga kesehatan anak didik secara menyeluruh termasuk kesehatan mental dan psikologi," sambung Puan.

Puan mengatakan kasus tersebut menjadi pembelajaran untuk semua pihak. Puan lantas mendorong untuk lebih memperkuat isu kesehatan mental dan psikologi anak di sekolah.

"Pendidikan yang baik harus mampu memberikan ruang nyaman bagi anak saat belajar. Bagaimana sekolah turut memperhatikan personal dan ekonomi siswanya," tuturnya.

Siswa SD Tewas Gantung Diri

Sebelumnya, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan saat mengevakuasi YBR (10), siswa kelas IV sekolah dasar (SD) yang tewas gantung diri di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban menulis sosok ibunya dalam surat itu.

Surat itu ditulis YBR menggunakan bahasa daerah Bajawa. Satu baris surat itu berisi ungkapan kekecewaan korban terhadap ibunya. Dalam surat itu, YBR menyebut ibunya pelit. Selebihnya, surat itu berisi ungkapan perpisahan kepada ibunya.

Berikut ini isi surat YBR kepada ibunya:

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja'o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama)

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan surat itu ditulis korban. Belum diketahui penyebab kekecewaan YBR terhadap ibunya. Beredar kabar bahwa korban kecewa karena ibunya tak mampu membelikan buku tulis dan pena.

(amw/isa)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |