LCC 4 Pilar MPR Dinilai Efektif Tanamkan Nilai Kebangsaan Generasi Muda

3 hours ago 2

Jakarta -

Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI merupakan salah satu metode untuk mensosialisasikan Empat Pilar yang efektif. Hal ini dinilai relevan dalam meningkatkan minat para generasi muda untuk memahami nilai-nilai Empat Pilar.

Agun menyebut metode sosialisasi perlombaan cerdas cermat ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pendekatan interaktif ini diyakini mampu membuat generasi muda makin tertarik mempelajari pedoman bernegara di tengah pesatnya era digital.

"Ini adalah salah satu metode yang memang sejak dahulu kita rancang. Ketika masuk ke era digital, sudah banyak implementasi metode sosialisasi Empat Pilar ini yang justru akan semakin menarik minat anak-anak generasi muda," ujar Agun, Jumat (28/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara Semifinal LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional tahun 2026. Ajang tersebut berlangsung di Gedung Pustaloka, Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (26/8).

Pada pelaksanaannya, ajang ini tidak hanya sekadar menguji pengetahuan dasar mengenai Pancasila hingga Bhinneka Tunggal Ika. Para peserta justru ditantang untuk mampu mengaitkan ragam pengetahuan tersebut dengan persoalan faktual di masyarakat saat ini.

Agun menjelaskan metode lomba ini memantik ketertarikan proses pembelajaran yang jauh lebih efektif dan interaktif. Cara ini dinilai lebih ampuh dibandingkan metode ceramah satu arah.

"Kalau hanya dengan model ceramah, kuliah gitu, jenuhlah mereka. Tetapi dengan metode LCC Empat Pilar MPR RI ini mereka semakin tertarik," jelasnya.

Pihaknya turut mengapresiasi kualitas pertanyaan dan jawaban para peserta yang dinilai semakin implementatif. Lewat soal berbasis studi kasus, peserta dituntut memahami permasalahan serta menemukan jawaban berdasarkan landasan hukum atau nilai kebangsaan. Penyesuaian materi ini diyakini mampu mengasah daya kritis para peserta secara langsung.

"Tidak hanya sekedar menghapal, tapi dikorelasikan dengan praktek-praktek ketatanegaraan yang terjadi hari ini seperti soal pilkada, kebijakan ekonomi, pembangunan demokrasi, supremasi hukum, dan independensi. Tidak hanya sekedar normatif diatur dalam undang-undang dasar, tapi juga bagaimana dalam praktek. Mereka sudah mampu menjawab," katanya.

Perlombaan ini ditekankan tidak hanya melihat siapa pihak yang berhasil keluar sebagai juara atau peserta yang kalah. Ajang ini justru menjadi sarana krusial guna menanamkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air. Penanaman pemahaman mengenai identitas serta jati diri bangsa merupakan tujuan paling utama dari acara ini.

Agun menegaskan poin terpenting dari perhelatan ini murni terletak pada keberhasilan penanaman karakter kebangsaan secara mendalam.

"Kalau dalam perlombaan sudah pasti ada pemenang, ada yang kalah. Tapi bukan soal menang kalah, justru yang terpenting dan utama adalah menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, menguasai tentang identitas jati diri bangsanya, itu yang lebih utama," tegasnya.

Nilai-nilai luhur Pancasila juga terlihat jelas dalam interaksi antargenerasi muda selama jalannya perlombaan. Para peserta tampil saling menghargai, menerima perbedaan, melakukan koreksi, dan patuh terhadap keputusan secara objektif.

Ia merasa sangat bangga melihat praktik toleransi dan nilai kebangsaan tersebut benar-benar tercapai di lapangan.

"Bisa kita lihat dari pertama, mereka saling menghargai, menerima perbedaan, saling koreksi. Dan mereka objektif, kalau sesuatu memang sudah diputuskan, mereka patuh, dan itu dalam praktik LCC Empat Pilar MPR RI tercapai tujuan kita," ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan rutin ini diharapkan dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang. Lembaga legislatif tersebut bertekad tidak hanya sekadar melahirkan deretan pelajar berprestasi secara akademis semata. MPR RI terus menyiapkan ajang ini demi mencetak generasi muda pendorong penerapan nilai-nilai kebangsaan di kehidupan bernegara.

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |