Kemlu: Situasi di Timur Tengah Berangsur Kondusif, Tak Ada Serangan Rudal

5 hours ago 8

Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan kabar terbaru mengenai kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah. Disebutkan bahwa situasi di wilayah Asia Barat, khususnya di negara-negara Teluk, terpantau berangsur stabil dan kondusif.

"Situasi di Timur Tengah, khususnya di negara-negara Teluk: Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, terpantau berangsur stabil dan kondusif," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, dalam jumpa pers di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026).

Dia mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir sudah tidak ada laporan mengenai serangan udara. Aktivitas publik pun mulai kembali berjalan normal.

"Tidak terdapat laporan serangan rudal atau drone dalam beberapa hari terakhir dan aktivitas publik termasuk mayoritas ruang udara di Timur Tengah berangsur normal, sudah dibuka," lanjutnya.

Meski mayoritas ruang udara telah dibuka, Heni menuturkan masih ada sejumlah titik yang belum beroperasi penuh untuk penerbangan sipil. "Hingga saat ini, tercatat hanya Bandara Manama di Bahrain dan Baghdad di Irak yang masih tertutup untuk penerbangan," katanya.

Terkait perlindungan warga negara Indonesia (WNI), Kemlu memastikan per Rabu (29/4), sudah tidak ada lagi WNI yang tertahan atau stranded di kawasan konflik tersebut. Tercatat ribuan WNI telah mendapatkan fasilitasi kepulangan.

"Sejumlah 2.999 WNI telah difasilitasi baik untuk evakuasi maupun repatriasi mandiri, termasuk korban WNI dari UNIFIL," jelas Heni.

Heni menjelaskan, penanganan tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif antara Kemlu, perwakilan RI di luar negeri, maskapai, dan pihak-pihak terkait. Pihaknya memastikan akomodasi dan proses kepulangan WNI ke tanah air berjalan dengan aman.

Khusus untuk WNI di Iran, lanjut Heni, proses evakuasi telah diselesaikan dalam tiga tahap. Sebanyak 13 orang WNI yang masuk tahap terakhir telah tiba dengan selamat di Indonesia pada 21 April lalu.

"Terkait proses evakuasi WNI di Iran, kita telah melakukan evakuasi tiga tahap di Iran dan yang terakhir itu 13 orang WNI telah tiba di tanah air pada tanggal 21 April lalu," tutur Heni.

Dia menyatakan kondisi WNI di Timur Tengah saat ini dalam keadaan aman. Meski begitu, dia meminta masyarakat Indonesia di sana tidak lengah, mengingat dinamika geopolitik yang bisa berubah.

"Kewaspadaan tetap diperlukan dalam situasi darurat. Kepada para WNI terus diimbau untuk waspada dan menjaga komunikasi dengan perwakilan terdekat," imbau Heni. (ond/jbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |