Komisi X DPR Akan Panggil Kemendiktisaintek Bahas Kampus Bisa Bangun SPPG

2 hours ago 4

Jakarta - Komisi X DPR RI berencana mengundang Kemendiktisaintek untuk meminta penjelasan terkait keterlibatan kampus dalam pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Komisi X DPR mempertanyakan alasan kampus diberi izin mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kemendikti harus menjelaskan kenapa kampus diberikan izin untuk mengelola. Apakah itu kepentingannya karena untuk riset, untuk membantu masyarakat sekitar dan apa, ini kan belum dijelaskan," kata Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

"Kami meminta, ya mudah-mudahan nanti tanggal 19 (Mei) juga kami akan undang Kemendikti untuk menjelaskan itu di forum rapat kerja dengan Komisi X," sambungnya.

Pihaknya juga mempertanyakan mekanisme pemberian izin pengelolaan dapur MBG kepada kampus. Sebab, menurut dia, sebelumnya disebut kuota atau slot dapur MBG sudah penuh.

"Kami pertanyakan, katanya kan slot dapur sudah ditutup, sudah habis, loh kok kampus bisa? Nah itu kami pertanyakan," ujarnya.

Politikus PKB ini mengatakan keterlibatan kampus dalam pengelolaan dapur MBG dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan. Selain itu, bisa menggeser fokus utama perguruan tinggi dari bidang pendidikan.

"Kalau kita lihat perkembangannya, banyak rektor yang menolak. Dikhawatirkan nanti terjadi konflik kepentingan itu tadi, kemudian berubah haluan yang tadinya tujuan perguruan tinggi adalah fokus terhadap dunia pendidikan tinggi, dengan adanya pengelolaan dapur nanti dikhawatirkan untuk berubah fokus atau target dan tujuan dari pendidikan tinggi itu sendiri," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan kampus dapat mempertimbangkan untuk memiliki minimal satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini dikatakan untuk membantu peningkatan gizi nasional.

"Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari sivitas akademika sendiri," ujar Dadan, dikutip dari Antara, Kamis (30/4). (amw/maa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |