Kapolri Soroti Bahaya Deepfake dan AI, Harap Media Jadi Penjernih Informasi

9 hours ago 4

Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbicara tentang tantangan di balik perkembangan teknologi, seperti artificial intelligence (AI) dan Deepfake. Dia mengingatkan bahaya misinformasi dan disinformasi yang dapat memecah belah bangsa.

"Di tengah situasi yang ada, tentunya kita sama-sama ketahui bagaimana perkembangan teknologi informasi yang sangat luar biasa," kata Jenderal Sigit dalam sambutannya pada acara Berbuka Puasa Polri Bersama Insan Pers di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).

Jenderal Sigit mengatakan Global Risk Report itu meramalkan bahwa salah satu yang menimbulkan dampak global adalah masalah misinformasi dan disinformasi. Menurut dia, hal itu tidak hanya berada di dalam tataran global, tapi juga masuk ke situasi dalam negeri hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya, ini menjadi tantangan kita semua," ucapnya.

Karena itu, Sigit menyebutkan masyarakat butuh media arus utama sebagai pembawa informasi yang faktual, yang bisa dipercaya sehingga masyarakat tidak tenggelam dan terbawa oleh misinformasi ataupun disinformasi yang memang sangat luar biasa terjadi khususnya di media sosial.

"Tentunya harapan kita, harapan kita semua, media sebagai salah satu fungsi yang kita harapkan bisa memberikan pencerahan itu," tuturnya.

"Harapan kita tentunya media, sebagai salah satu alat kontrol, alat komunikasi yang mewakili suara publik, tentunya terus bisa mewakili publik untuk menjadi alat penghubung, alat komunikasi, khususnya bagi kami-kami, ataupun bagi institusi untuk bisa terus mendengarkan apa yang menjadi harapan masyarakat yang disuarakan melalui media," lanjut Jenderal Sigit.

Dia berharap sinergi antara media dan Polri terus terjaga. Tujuannya adalah respons kepolisian di lapangan bukan didasari keinginan sendiri, melainkan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat.

"Sehingga ke depan tentunya respons kita bukan respons karena keinginan sendiri, tapi respons kita betul-betul respons di lapangan yang kemudian bergerak karena kita mendengarkan suara publik yang disuarakan oleh rekan-rekan media," pungkasnya.

Lihat juga Video: Kominfo Take Down Ribuan Konten Deepfake

(ond/maa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |