Febryan Sempat Peras Korban Sebelum Bunuh dan Lempar Jasad dari Tol BORR

5 hours ago 2
Kota Bogor -

Kapolresta Bogor Kota Kombes Rio Wahyu Anggoro mengatakan pelaku M Febryan (MF) alias Ambon (26) sempat memeras dengan meminta uang sebelum membunuh wanita berinisial AA (25). Febryan berdalih uang yang dimintanya itu sebagai bentuk perdamaian atau permohonan maaf korban yang dinilainya telah bikin sakit hati.

"Tersangka memperlihatkan golok lalu mengancam akan melakukan pembunuhan. Tapi terjadilah si tersangka menyampaikan, kalau mau damai atau mau aman minta uang. Si korban tidak mau, kemudian di dalam mobil dieksekusi (dijerat pakai dasi)," kata Rio saat menggelar pers realese, Senin (25/5/2026).

Rio mengatakan, pelaku Febryan juga sempat membawa kabur uang tunai Rp 4 juta milik korban. Uang tersebut kemudian ditemukan polisi saat penangkapan di Tol Cisumdawu.

"Kemudian barang bukti setelah kami temukan di KM 163, ada golok, kemudian ada dasi untuk menjerat (korban) kami temukan, termasuk mobil, dan uang korban pun diambil (pelaku) kurang lebih Rp 4 juta," kata Rio.

"Kemudian Toyota Yaris adalah milik korban. Kemudian ada juga barang milik pribadi korban yaitu pakaian, dompet dan dan kartu identitas seperti yang kami pampang," lanjutnya.

M Febryan alias Ambon (26) mengaku tega membunuh dan melempar jasad AA dari jalan layang Tol BORR ke Jalan Raya Sholis Kota Bogor karena sakit hati. (M Sholihin/detikcom)Polisi menangkap Febryan di Tol Cisumdawu saat membawa kabur mobil korban. Febryan terguling di tol saat kabur dari kejaran polisi. (M Sholihin/detikcom)

Sempat Berdalih Sakit Hati

Febryan berdalih sakit hati dengan kalimat 'kasihan tidak punya orang tua' yang diucapkan korban hingga melakukan pembunuhan. Pelaku menjerat korban AA menggunakan dasi dan lalu melempar jasad korban dari jalan layang tol BORR.

"Pada tanggal 2 Mei 2026, keduanya bertemu di Air Mancur dan saat itu korban menanyakan kepada tersangka bagaimana kabar orang tuamu, ini hasil pemeriksaan tersangka ya, kemudian tersangka menyampaikan 'saya sudah tidak punya orang tua', sehingga kemudian ada kalimat-kalimat yang membuat tersangka sakit hati," kata Rio.

Tersangka Febryan membunuh korban di mobil milik korban. Pelaku mempersiapkan dasi dan golok untuk membunuh korban.

"Di dalam mobil dieksekusi. Pada saat melaksanakan eksekusi terjadi di daerah Pakansari, di dekat Stadion Pakansari. Korban dijerat menggunakan dasi yang sudah dibawa oleh tersangka," kata Rio.

Rio menyebut, pelaku sempat membawa korban yang sudah dalam kondisi lemas, berputar-putar menggunakan mobil. Pelaku lalu melempar korban dari atas jalan layang tol BORR ke Jalan Sholeh Iskandar (Sholis), Kota Bogor.

Jasad AA ditemukan tak bernyawa di Jalan Sholeh Iskandar pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 01.15 WIB. Korban sempat berpamitan untuk ngopi pada Jumat (22/5) sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban diduga tewas akibat dianiaya pelaku Febryan. Polisi menangkap Febryan di Tol Cisumdawu saat membawa kabur mobil korban. Febryan terguling di tol saat kabur dari kejaran polisi.

(sol/jbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |