Duka menyelimuti keluarga korban kebakaran rumah di Pulogadung, Jakarta Timur. Sebab, kebakaran itu menewaskan dua orang anak yang merupakan kakak dan adik.
Dirangkum detikcom, Selasa (28/7/2026), lokasi kebakaran rumah ini berada di Jalan Pulo Mas Utara 2B, Pulogadung, pada Minggu (26/7) pukul 19.31 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula saat tetangga sekitar mendengar suara dentuman menyerupai ledakan.
Ketika diperiksa, kobaran api sudah membesar dan menjalar dengan cepat ke bagian rumah lainnya. Begitu mendapatkan laporan, petugas pemadam kebakaran (damkar) langsung meluncur ke lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 9 unit mobil pemadam serta unit pendukung dan 45 personel dikerahkan ke lokasi kejadian," tulis akun Instagram Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Minggu (26/7).
Proses pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 21.21 WIB. Penyebab dan total kerugian materiil akibat kebakaran itu masih dalam penyelidikan kepolisian.
2 Korban Tewas Kakak-Adik
Kebakaran rumah di Pulogadung ini menewaskan dua orang, yang merupakan adik dan kakak. Jenazah kedua korban ditemukan di dalam kamar rumah tersebut.
"Kedua korban adik dan kakak. Kelahiran 2011 dan 2018," kata Kapolsek Pulogadung Kompol Gomos Simamora saat dihubungi wartawan, Senin (27/7).
Potret Rumah yang Terbakar
Kini, rumah yang terbakar itu dipasangi garis polisi. Pantauan detikcom di lokasi, garis polisi dipasang di pagar rumah tersebut. Terlihat ada satu mobil yang terparkir di garasi rumah.
Rumah terbakar di Pulo Gadung, Jaktim, tewaskan kakak dan adik (Adhfar/detikcom)
Puing sisa kebakaran tampak berserakan. Atap rumah sudah ludes akibat kebakaran.
Tembok rumah tersebut juga sudah hangus. Tidak ada lagi aktivitas di dalam area rumah yang terbakar itu.
Cerita Saksi
Saksi bernama Agung menceritakan detik-detik kebakaran rumah yang menewaskan dua orang kakak-adik di Pulogadung. Agung merupakan petugas keamanan di wilayah rumah yang terbakar tersebut.
"Kita ke sini api udah nyala emang. Udah nggak bisa gimanalah, api udah nyalalah. Damkar aja udah. Kita sebisa-bisa pakai APAR, apa nih. Yang libur aja sampai pada datang sih. Sigap semualah," kata Agung ditemui di sekitar lokasi, Selasa (28/7/2026).
Menurut Agung, ledakan juga terdengar di lokasi. Ledakan itu diduga berasal dari motor yang berada di dalam rumah.
"Ada (ledakan) bang. Motor di dalam dua meledak, Bang," ucapnya.
Agung belum bisa memastikan penyebab rumah tersebut terbakar. Menurutnya, petugas damkar juga bergerak cepat saat kejadian. Dia mengatakan damkar hingga petugas setempat bersiaga saat kejadian.
Lebih lanjut, Agung menyebut ayah kedua korban sempat mencoba menerobos api yang sudah membesar untuk menyelamatkan anaknya. Menurutnya, ayah kedua korban awalnya datang ke pos keamanan untuk menunggu kerabatnya pada Minggu (26/7) malam.
"Bapaknya (lagi) ngobrol sama saya di pos. Jadi dia ke pos, saya tanya, nyamperin datang ke pos, 'Eh, Bos, nggak bawa motor?' 'Nggak, nunggu kerabat,' katanya. 'Nggak usah masuk, sini aja'," ujar Agung.
Dia mengatakan warga lainnya kemudian datang dan mengabarkan soal kebakaran. Ayah kedua anak itu langsung berlari ke rumahnya.
"Dibilang panik, panik, lari," katanya.
Agung mengungkap sang ayah langsung mau menerobos api yang sudah membesar. Namun warga menahan karena melihat api sudah menyebar.
"Habis itu dia nyadar tuh, 'Anak saya di dalam', sampai mau masuk kita tahan-tahan ya, apinya kan sudah gede," ucapnya.
Agung menyebutkan ayah itu langsung menangis. Dia mengatakan warga berduka dengan peristiwa tersebut.
(fas/fca)


















































