Dorong Pemanfaatan Gas Bumi, PGN Optimalkan Jargas di Gresik-Sidoarjo

5 hours ago 3

Jakarta -

Pemerintah terus mendorong pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga melalui perluasan program jaringan gas bumi rumah tangga (jargas), seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional. Di Gresik dan Sidoarjo, jargas menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap energi yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam agenda kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman yang didampingi Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Kuswardono serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta ke jargas di Gresik dan Sidoarjo. Selain itu, agenda kunjungan kali ini juga sekaligus dalam rangka persiapan pengoperasian jargas APBN TA 2025-2026 di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo.

Dudung Abdurachman mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari tugas KSP dalam mengawal program prioritas nasional, khususnya dalam mendukung swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengembangan jargas menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut, sejalan dengan Program Kerja Prioritas Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027 serta penetapan pembangunan jaringan gas perkotaan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025," kata Dudung dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono mengatakan pembangunan jargas terus dilanjutkan seiring dengan semakin terkoneksinya infrastruktur gas bumi nasional. Konektivitas jaringan transmisi, salah satunya pipa Cirebon-Semarang, menjadi salah satu fondasi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga.

"Pengembangan jargas juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi subsidi terhadap APBN. Semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan jaringan gas bumi, maka semakin luas pemanfaatan energi domestik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan," ujar Agung.

"Untuk tahun 2025-2026 ini, Pemerintah sedang membangun sekitar 119.379 Sambungan Rumah (SR) jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, khusus di Kabupaten Gresik dan Sidoarjo telah dibangun masing-masing sekitar 7.000 SR. Mulai tahun ini pemerintah akan melakukan pembangunan jargas secara masif, hingga tahun 2028 ditargetkan terbangun jargas sebanyak 1 juta SR," sambung Agung.

Sementara itu, Hery Murahmanta mengatakan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM telah membangun jargas menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak 4.000 SR di Gresik sejak 2022 dan 29.961 SR di Sidoarjo sejak 2010 dengan penugasan kepada PGN sebagai operator. Pengalaman PGN dalam melayani pelanggan rumah tangga di Gresik dan Sidoarjo menjadi salah satu modal penting dalam mendukung keberlanjutan pemanfaatan gas bumi di wilayah tersebut.

"PGN menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan jargas di Gresik, Sidoarjo serta wilayah lainnya. Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus mendukung pengembangan dan pengelolaan infrastruktur jaringan gas bumi untuk segmen rumah tangga dan pelanggan kecil, khususnya atas jaringan gas yang bersumber dari Pemerintah melalui skema APBN, di mana ke depan PGN siap mendukung atas penugasan pengelolaan sesuai dengan peran, mekanisme, dan ketentuan yang ditetapkan," ujar Hery Murahmanta.

PGN memiliki pengalaman dalam pengoperasian dan pemeliharaan infrastruktur gas bumi, termasuk aspek asset integrity, keselamatan jaringan, pengelolaan pelanggan, serta pelayanan gas bumi kepada masyarakat. Secara nasional, PGN juga telah melayani lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga.

Sejalan dengan program strategis Pemerintah, PGN juga terus mengembangkan pemanfaatan gas bumi melalui berbagai skema infrastruktur, baik jaringan pipa maupun solusi beyond pipeline, termasuk Compressed Natural Gas (CNG), guna menjangkau wilayah dan kebutuhan yang belum dapat dilayani melalui jaringan pipa.

"Ke depan, pemerintah akan terus memperluas pemanfaatan gas bumi melalui perluasan program jargas. Sinergi antara Pemerintah dengan pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap gas bumi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan energi domestik," tutupnya.

(ega/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |