Desakan Senayan Agar Teka-teki Kematian Sutrimo Segera Dipecahkan

1 day ago 3
Jakarta -

Aparat penegak hukum masih mendalami penyebab tewasnya pria bernama Sutrimo di depan klinik kecantikan Mordent di kawasan Jakarta Selatan (Jaksel). Anggota DPR RI ramai-ramai mendesak supaya penyebab kematian Sutrimo segera dituntaskan.

Diketahui, Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri pada Kamis (23/6) di halaman klinik Mordent. Dia lalu dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring.

Pihak RS menyatakan Sutrimo sudah dalam kondisi meninggal dunia. Polisi masih mendalami penyebab kematian Sutrimo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Polda Metro Jaya pasti akan mendalami informasi sekecil apapun, apalagi terkait tentang hilangnya nyawa seseorang. Apakah itu wajar atau tidak wajar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di kawasan Matraman, Jakarta, Senin (27/7).

Dia mengatakan, pihaknya menerima informasi soal kematian Sutrimo dari awak media. Polisi masih mendalami terkait peristiwa ini termasuk dari gambar dan narasi yang beredar terkait kematian korban.

Di medsos, disebutkan korban ditemukan dalam kondisi keluar busa dari hidung dan mulutnya. Polisi masih mendalami informasi tersebut, termasuk keterangan pihak RS dan mendalami rekam medis korban.

"Makanya nanti kita melihat karena selama ini beberapa waktu dari hari kemarin kita mendapatkan postingan-postingan foto, dokumen, ini kan harus ada pendalaman," ucapnya.

Anggota DPR menyoroti kasus kematian dari Sutrimo ini. Mereka meminta penyebab kematian hingga latar belakang Sutrimo yang disebut sebagai kepala rumah tangga eks Jampidsus Febrie Adriansyah untuk diusut tuntas. Berikut ulasannya dirangkum detikcom.

Legislator Ungkit Dugaan Keracunan

Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Panja kasus dugaan Tipikor eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Hasbiallah Ilyas, mendukung Polri mengusut kematian pria bernama Sutrimo di depan klinik kecantikan Mordent kawasan Jakarta Selatan (Jaksel). Ia menyinggung temuan awal medis, kala jenazah mengeluarkan busa dari mulut hingga hidung yang perlu didalami.

"Saya mendukung penuh langkah Polda Metro Jaya untuk bergerak cepat mengusut tuntas kematian Sutrimo secara profesional, transparan, dan akuntabel. Melihat kondisi jenazah yang mengeluarkan busa dari mulut dan hidung, secara kasat mata terdapat indikasi kuat yang mengarah pada dugaan keracunan," kata Hasbiallah kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Hasbiallah menyebut temuan awal medis dari Sutrimo tak boleh dipandang sebelah mata. Legislator PKB ini menyinggung Sutrimo merupakan penjaga rumah mantan eks Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, yang terjerat kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Temuan medis awal ini tentu tidak bisa dipandang sebelah mata dan membutuhkan hasil uji laboratorium forensik serta autopsi yang mendalam. Apalagi, almarhum diketahui merupakan penjaga rumah mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah," kata dia.

Hasbiallah menyebut latar belakang dari Sutrimo tersebut jangan sampai menjadi bola liar di masyarakat. Ia berharap kasus tewasnya Sutrimo diusut secara transparan.

"Keterkaitan latar belakang ini membuat spekulasi di tengah masyarakat berkembang semakin liar ke berbagai arah jika tidak segera ditangani secara transparan. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain bagi Polri selain mengusut kasus ini secara sangat serius melalui scientific crime investigation. Hanya ketegasan dan keterbukaan kepolisian yang bisa menjawab kesimpangsiuran publik serta menuntaskan teka-teki kematian almarhum," ungkapnya.

Anggota Panja Minta Kasus Dibuka ke Publik

Anggota Panja Pengawasan kasus eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang lain, Bimantoro Wiyono, meminta Polda Metro Jaya membongkar misteri kematian Sutrimo tersebut. Ia mengatakan, jika ditemukan unsur pidana, pelaku harus dihukum sesuai aturan.

"Saya minta Polda Metro Jaya bergerak cepat dan usut tuntas! Jangan biarkan kasus ini mengambang. Jika memang tidak ada unsur pidana, umumkan secara terbuka berdasarkan bukti ilmiah. Namun, jika ada indikasi tindak pidana, seret pelakunya ke proses hukum tanpa kompromi. Hal khusus yang perlu diperhatikan adalah kondisi korban saat meninggal dengan mulut dan hidung berbusa. Hal tersebut banyak terjadi dalam kasus pembunuhan dengan racun," kata Bimantoro.

Bimantoro mengatakan, jika kasus mengambang tanpa kepastian, hanya akan menimbulkan spekulasi liar di publik. Ia meminta hasil investigasi yang dilakukan oleh kepolisian dibuka ke masyarakat

"Setiap detik penundaan tanpa kejelasan status hukum hanya akan memicu spekulasi liar. Penyelidikan harus komprehensif, objektif, dan hasilnya dibuka ke publik secara jujur sesuai fakta hukum," katanya.

Legislator Gerindra ini mengingatkan hukum jangan hanya berjalan di tempat. Ia berharap ada kepastian bagi keluarga korban terkait penyebab kematian Sutrimo.

"Hormati proses hukum, tapi ingat, hukum tidak boleh jalan di tempat. Kita mendesak kepolisian memberikan kepastian dan keadilan secepat-cepatnya, baik bagi keluarga korban maupun publik," ungkapnya.

Harap Diusut Tuntas dan Transparan

Anggota Komisi III DPR RI lainnya, Teuku Ibrahim mendesak kasus kematian pria bernama Sutrimo di depan klinik kecantikan Mordent diinvestigasi. Ibrahim meminta pengusutan kasus itu dilakukan secara cepat dan transparan.

"Polda Metro Jaya harus mengambil langkah cepat dan usut tuntas perkara ini! Jangan biarkan penanganannya berlarut-larut tanpa arah. Jika hasil penyelidikan membuktikan tidak ada pidana, umumkan secara resmi dan akuntabel. Namun, jika ada indikasi kejahatan, buru dan tindak tegas pelakunya tanpa pandang bulu!" kata Teuku Ibrahim dalam keterangannya.

Ibrahim mengatakan perkara sensitif itu harus ditangani dengan cepat. Sebab, jika lambat, akan berpotensi menggerus kepercayaan publik dan memunculkan berbagai spekulasi.

"Setiap pembiaran tanpa kepastian hukum hanya memberi ruang bagi rumor yang menyesatkan. Penyelidikan wajib dilakukan secara komprehensif, berbasis bukti ilmiah, dan hasilnya harus dibuka terang-benderang kepada publik," lanjutnya.

Dia juga meminta penyidik bekerja secara profesional dan tak terpengaruh tekanan dari pihak mana pun. Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan kepastian hukum atas kasus tersebut.

"Kita wajib menghormati prosedur hukum yang berjalan, tetapi aparat harus paham bahwa publik menagih kepastian. Hukum tidak boleh dibiarkan mengambang, keadilan harus ditegakkan secepat-cepatnya bagi keluarga korban dan masyarakat," kata Teuku Ibrahim.

Minta Polda Pecahkan Teka-teki

Sementara itu, legislator dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, menyatakan dukungannya kepada Polri, khususnya Polda Metro Jaya, untuk mengusut tuntas kasus kematian pria bernama Sutrimo. Ia meminta jangan sampai kasus tersebut menyisakan spekulasi di publik.

Rudianto menegaskan, setiap kematian yang menimbulkan perhatian publik harus diungkap secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti ilmiah. Dengan begitu, lanjut dia, tidak memunculkan spekulasi yang berpotensi mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

"Kita mendukung penuh Polri, khususnya Polda Metro Jaya, untuk mengusut tuntas kematian Sutrimo. Prosesnya harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis pembuktian ilmiah sehingga seluruh fakta dapat terungkap dengan terang," kata Rudianto dalam keterangannya.

Rudianto mengingatkan publik saat ini menaruh perhatian besar terhadap perkara tersebut. Karena itu, menurutnya aparat penegak hukum harus bekerja secara independen tanpa terpengaruh berbagai opini yang berkembang di media sosial.

"Biarkan penyidik bekerja. Jangan sampai ruang publik dipenuhi asumsi yang belum tentu benar. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian hukum berdasarkan fakta, bukan spekulasi," ujarnya.

Rudianto juga meminta seluruh pihak menghormati proses penyelidikan yang sedang berlangsung dan memberikan kesempatan kepada penyidik untuk mengumpulkan seluruh alat bukti sebelum menarik kesimpulan.

"Kalau memang ada unsur pidana, tentu harus diproses sesuai hukum. Sebaliknya, apabila hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada tindak pidana, itu juga harus dijelaskan secara terbuka kepada publik. Transparansi menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat," tegasnya.

Rudianto Lallo juga meminta seluruh pihak tidak menggiring opini sebelum hasil penyelidikan diumumkan secara resmi.

"Saya yakin penyidik Polda Metro Jaya akan bekerja secara profesional. Kita tunggu hasil penyelidikan yang komprehensif agar perkara ini menjadi terang dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan," ucapnya.

(dwr/zap)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |