Seorang wanita diduga menjadi korban pelecehan seksual di dalam kereta rel listrik (KRL) oleh seorang pria. Kasus itu terjadi di KRL rute Jakarta Kota-Depok.
Kakak korban, IR, mengatakan adiknya menjadi korban pelecehan seksual pada Selasa (4/8) malam. Dia mengatakan peristiwa yang tak diinginkan tersebut membuat adiknya trauma ketakutan hingga membeku (freeze) sesaat.
IR meminta warganet yang mengetahui sosok pelaku memberi informasi kepadanya. Dia juga mengunggah video penampakan terduga pelaku pelecehan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biadab banget, tolong siapa pun yang kenal ini orang, kasih tahu gue please. Dia ngelecehin adek gue di KRL sampe adek gue nge-freeze nggak bisa apa-apa," kata IR lewat akun media sosial (medsos) Threads yang dibuatnya seperti dilihat, Rabu (5/8/2026).
Dia mengatakan, setelah kejadian itu, adiknya langsung turun di Stasiun Lenteng Agung. Diduga pria tersebut menggesekkan alat kelaminnya ke korban.
Unggahan kakak korban ramai beredar di media sosial (medsos). Warganet juga mengecam tindakan pelecehan seksual yang masih terjadi di transportasi umum (transum).
Dia berharap pelaku pelecehan seksual dapat diungkap dan disanksi. IR mengatakan adiknya telah membuat laporan ke pihak KAI Commuter Indonesia (KCI).
"Buat laporannya di Stasiun Depok bersama ibu saya," katanya.
Pihak korban juga mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus dugaan pelecehan tersebut. Selain itu, pihak korban juga membuat laporan ke kantor kepolisian.
Pihak KCI menanggapi kasus ini melalui akun Threads resmi mereka, @commuterline. KCI menyatakan mengecam kasus pelecehan dan akan memproses laporan yang masuk.
"KAI Commuter sangat menyayangkan dan tidak menoleransi segala bentuk tindakan pelecehan seksual. Setiap laporan yang kami terima akan ditindaklanjuti sesuai prosedur, serta kami akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran. Terima kasih atas kepedulian Kakak dalam menciptakan lingkungan perjalanan yang aman dan nyaman," kata KCI.
Lihat juga Video: Wanita di Lampung Dilecehkan dan Dianiaya Saat Salat di Masjid
(jbr/mei)


















































