Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan seluruh instansi terkait dari BNPB, aparat TNI-Polri, hingga Pemkot sudah turun ke lapangan mengatasi banjir dan longsor di Kota Padang. Ia mengatakan banjir tersebut tidak membawa dampak kerusakan yang parah.
"Yang intinya, ini banjir tanggal 3 (Agustus). Hujan tapi nggak seperti banjir yang lebat yang dulu berhari-hari empat-lima hari. Banjirnya juga tidak membawa lumpur, tapi air genangan-genangan air terjadi. Tidak ada ke rumah-rumah, fasilitas yang rusak, terberat nggak ada," kata Tito di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski ada sejumlah rumah yang terdampak, menurutnya, tidak separah banjir yang terjadi pada November 2025 lau. Ia memastikan semua pihak terkait sudah bekerja termasuk memberikan bantuan logistik ke warga.
"Tapi ya genangan di jalan-jalan cukup mengganggu, dan kemudian ada juga yang terkena kena rumah, ya, tapi tidak jauh tidak separah nggak bawa lumpur seperti yang lalu. Pak Wali Kota kemudian Pak Sekda Provinsi sudah bekerja, memberikan bantuan juga makanan dan lain-lain, dan intinya mereka sudah dapat ditangani dengan dukungan dari TNI, Polri, dan BNPB ya," ujarnya.
Tito mengungkap adanya permintaan bantuan untuk memperbaiki saluran air PDAM yang kembali rusak akibat banjir ini. Ia lantas meminta Wali Kota setempat untuk memakai anggaran bencana yang pernah diberikan Presiden Prabowo Subianto usai bencana akhir tahun lalu.
"Namun ada memang yang mereka minta bantuan yaitu saluran saluran PDAM. Dulu saluran PDAM-nya pada waktu bencana November 2025 rusak. Sedang diperbaiki sebagian, sebagian lagi sekarang terdampak lagi, sehingga mereka mau perbaiki lagi," ujarnya.
"Nah saya sampaikan, Pak Wali Kota kalau nggak salah ada anggaran Rp 200 miliar lebih kalau nggak salah itu dari tambahan dari Bapak Presiden di bulan Januari. Bisa manfaatkan itu. Atau provinsi kan ada Rp 500 miliaran ditambah kemarin oleh Bapak Presiden Januari," lanjut Tito.
Jika tidak memungkinkan, Tito akan meminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk turun tangan menangani. Selain itu, Tito juga mengungkap hal lain yang akan dibantu oleh pemerintah pusat.
"Yaitu pengerukan sungai di tengah Kota Padang. Karena apa? Karena beberapa lokasi sedimennya tinggi. Kemarin hujan itu air tertahan sedimen karena sudah tinggi, tumpahlah dia ke kanan kiri. Nah, saya udah langsung telpon kepada kepala balainya tadi pagi," ujarnya.
"Ada gambarnya yang di Kota Padang, sedang mengerahkan alat-alat berat untuk mengeruk sedimen-sedimen di titik-titik yang terutama kalau hujan bisa banjir gitu. Prioritasnya seperti itu," imbuh Tito.
Lihat juga Video: Sejumlah Wilayah di Sumbar Terendam Banjir, Terparah di Kota Padang
(eva/maa)


















































