Jakarta -
Kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menghadiri Meeting of Heads of National Statistical Offices (NSOs) of BRICS Countries di Lucknow, India. Partisipasi aktif Amalia dalam Meeting of Heads of NSOs of BRICS Countries menegaskan peran aktif Indonesia dalam komunitas statistik internasional.
Pertemuan tersebut merupakan forum strategis bagi para pimpinan kantor statistik nasional negara-negara BRICS untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks serta meningkatnya kebutuhan akan statistik resmi negara yang berkualitas, tepercaya, tepat waktu, dan relevan bagi perumusan kebijakan.
Di sela-sela rangkaian pertemuan para Kepala NS0, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti dan Secretary General to Ministry of Statistics and Programme Implementation (MoSPI) India - Saurabh Garg melakukan bilateral meeting untuk memperkuat kerjasama antar lembaga statistik Indonesia dan India sebagai dua negara besar berpengaruh di kawasan Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin kedua NSO juga menandatangani dokumen kerja sama (Letter of Intent/LOI)sebagai bentuk komitmen kedua NSO untuk memperkuat kerja sama kelembagaan. Dokumen kerja sama tersebut mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran metodologi dan praktik baik, transformasi digital statistik, penyelenggaraan pelatihan bersama, serta berbagai bentuk kolaborasi teknis lainnya yang akan mendukung penguatan sistem statistik kedua negara.
"Penguatan kerja sama dengan NSO India ini juga merupakan implementasi atas arahan Presiden RI untuk penguatan bilateral kedua negara pasca kunjungan kenegaraan PM Narendra Modi ke Tanah Air pada awal Juli lalu," ujar Amalia, dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).
Secara spesifik, BPS fan MOSPI berencana untuk kerja sama dalam pemanfaatan AI untuk diseminasi statistik dan pengembangan digitalisasi proses bisnis statistik. BPS memiliki platform digital untuk pengumpulan data dan pengecekan kualitas data yang bernama FASIH, sementara MOSPI memiliki platform digital serupa FASIH yang dinamakan e-SIGMA. BPS dan MOSPI akan saing tukar pengalaman untuk melakukan modernisasi platform digital FASIH dan e-SIGMA.
Melalui kerja sama yang semakin erat dengan negara-negara BRICS, BPS RI terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan statistik global sekaligus memperkuat kapasitas nasional untuk menyediakan data statistik yang berkualitas, bermakna dan berdampak untuk fondasi pembangunan Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Simak juga Video: BPS: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026
(anl/ega)


















































