Waka Komisi IX DPR Soroti Data 112 Juta Warga Kekurangan Gizi

6 days ago 4

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menyoroti data yang disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin mengenai 112 juta masyarakat Indonesia masih mengalami kekurangan gizi. Ia meminta Kementerian Kesehatan memberikan penjelasan terbuka terhadap kesimpulan hasil data tersebut.

"Kami mempertanyakan pernyataan Menteri Kesehatan yang menyebut sekitar 112 juta masyarakat Indonesia masih mengalami kekurangan gizi apabila angka tersebut didasarkan pada data Susenas. Kementerian Kesehatan perlu menjelaskan secara terbuka indikator dan metodologi yang digunakan untuk menghasilkan kesimpulan tersebut karena Susenas pada dasarnya merupakan survei sosial ekonomi rumah tangga, bukan survei yang dirancang untuk mengukur status gizi penduduk secara langsung," kata Charles kepada wartawan, Kamis (30/7/2026).

Charles mengatakan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) mesti direncanakan dan dilaksanakan dengan indikator-indikator yang tepat. Ia menyinggung soal Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis dengan anggaran yang sangat besar. Karena itu, seluruh perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasinya harus didasarkan pada data dan indikator yang tepat agar manfaatnya benar-benar dapat diukur secara objektif," kata Charles.

"Indonesia telah memiliki instrumen yang secara khusus digunakan untuk mengukur status gizi masyarakat, yaitu Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang selama ini sudah digunakan sebagai acuan utama oleh Kemenkes," tambahnya.

Ia mengingatkan pemerintah, jika ingin mengevaluasi kebijakan perbaikan gizi nasional, rujukan utamanya harus menggunakan indikator yang berasal dari survei-survei tersebut. Legislator PDIP ini menyebut kebijakan publik harus dibangun di atas indikator yang tepat.

Charles mengatakan program MBG tak bisa dievaluasi hanya berdasarkan asumsi atau indikator yang tidak secara langsung mengukur status gizi. Ia meminta pemerintah menyampaikan data secara jujur.

Adapun data jumlah masyarakat RI yang kekurangan gizi mulanya disampaikan oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin. Ia menyebut ada 112 juta atau 4 desil terbawah masyarakat Indonesia yang masih mengalami kekurangan gizi.

"Saya kasih beberapa data, 4 desil terbawah berdasarkan data Susenas 2024 sekitar 1,5 juta sampel itu kekurangan gizi. Jika, kalau satu desil itu 10%, 28 juta, 4 desil itu 100 juta masyarakat Indonesia data Susenas kita terakhir itu kekurangan gizi. Sorry, jadi 28 dikali 4, sekitar 100 juta lebih, 112 juta," kata Menkes Budi.

Simak juga Video: Menkes Sebut 112 Juta Rakyat Indonesia Masih Kekurangan Gizi

(dwr/gbr)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |