Ulah Bos Hanania Pakai Duit Jemaah Bayar Influencer Promosi Umrah

4 hours ago 3
Jakarta -

Polisi mengungkap penggunaan dana jemaah umrah yang dipakai Hanania Travel. Terungkap uang para jemaah dipakai untuk membayar influencer.

Polisi menelusuri aset bos Hanania Travel, Ahmad Syah Farhan atau ASF. Penelusuran aset dilakukan untuk mengetahui ke mana penggunaan uang calon jemaah yang gagal berangkat umrah setelah diduga tertipu oleh Farhan.

"Terkait aliran dana, tentunya kami dalam hal penegakan hukum tidak semata-mata hanya menjalankan atau memenjarakan seseorang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tapi bagaimana memulihkan atau mengembalikan kerugian yang dialami oleh para korban," ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Kombes Iman menyebut aset tersebut bisa digunakan untuk memulihkan kerugian korban dugaan penipuan. Iman mengatakan pemulihan aset diharapkan bisa digunakan untuk memberangkatkan calon jemaah umrah.

"Lebih jauhnya, mudah-mudahan bisa digunakan untuk para korban menjalankan ibadah umrahnya sebagaimana harapan para korban. Semaksimal mungkin kami akan lakukan upaya untuk penelusuran atau tracing terhadap aset-aset dan aliran dana yang dimiliki atau dilakukan oleh Tersangka," ujarnya.

Uang Jemaah Dipakai Bayar Influencer

Polisi menyebut uang jemaah digunakan untuk kepentingan di luar urusan umrah jemaah.

"Hasil dari pengambilan keterangan terhadap terduga tersangka, saat ini uang yang digunakan sebagian digunakan untuk kepentingan di luar dari kepentingan perjalanan umrah para jemaah," kata Kombes Iman.

Iman menyebut uang jemaah dipakai untuk membayar sejumlah influencer. Dia mengatakan hal itu dilakukan untuk keperluan promosi paket umrah.

"Kemudian sebagian juga digunakan untuk membayar influencer sebagai tadi sebagaimana tadi dipertanyakan ini untuk kepentingan marketing," ujarnya.

Sejumlah influencer juga akan diperiksa sebagai saksi setelah ikut mempromosikan paket umrah Hanania Travel.

"Tentunya kami juga akan mengambil keterangan terhadap para tadi yang dipertanyakan, para selebgram yang ikut serta memberikan atau menjadi marketing dalam hal penawaran beberapa paket umrah yang ditawarkan oleh PT Khazanah Tamma Internasional tersebut atau Hanania Group," ungkap Kombes Iman.

Berdalih Masalah Tiket Pesawat

Tersangka berdalih tidak bisa memberangkatkan korban ke Tanah Suci karena terjadi perubahan harga pada tiket pesawat. Meski demikian penyidik tak serta-merta memercayai dalih tersebut.

"Yang pertama terkait dengan perubahan tiket pesawat. Memang salah satu yang disampaikan oleh Tersangka, salah satu alasan yang disampaikan oleh Tersangka adalah adanya penundaan atau perubahan dari tiket pesawat. Ini yang disampaikan oleh Tersangka," ungkap Kombes Iman.

Saat didalami, ditemukan fakta bahwa uang dari jemaah digunakan untuk kepentingan di luar dari rencana pemberangkatan jemaah.

"Kami hanya berdasarkan pada fakta hukum yang diperoleh dalam proses penyidikan. Walaupun memang salah satu alasan yang disampaikan adalah seperti itu (karena tiket pesawat)," imbuhnya.

Polisi mengungkap penggunaan uang jemaah umrah oleh bos Hanania Travel yang berujung jemaah gagal berangkat. Polisi menyebut uang jemaah digunakan untuk kepentingan di luar urusan umrah jemaah.

Uang Jemaah Diupayakan Dikembalikan

Penelusuran aset dilakukan untuk mengetahui ke mana penggunaan uang calon jemaah yang gagal berangkat umrah setelah diduga tertipu oleh Farhan. Polisi menyebut aset tersebut bisa digunakan untuk memulihkan kerugian korban dugaan penipuan.

Dia mengatakan Polda Metro akan berupaya maksimal memulihkan kerugian korban.

"Lebih jauhnya, mudah-mudahan bisa digunakan untuk para korban menjalankan ibadah umrahnya sebagaimana harapan para korban. Semaksimal mungkin kami akan lakukan upaya untuk penelusuran atau tracing terhadap aset-aset dan aliran dana yang dimiliki atau dilakukan oleh Tersangka," ujarnya.

Simak Video 'Tiket Pesawat, Alasan Hanania Travel Tak Berangkatkan Jemaah Umrah':

(idn/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |