Jakarta - Potongan video tetangga menyiram air diduga bekas lap kotoran anjing ke jalan di kawasan Kuta Baru, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, viral di media sosial. Warga menyebut penyiraman oleh tetangga tersebut dilakukan sejak 2021.
"Betul, betul (sejak 2021)," ujar Ketua RW 07, Sumardi, ditemui di sekitar lokasi kejadian, Selasa (2/6/2026).
Sumardi menjelaskan permasalahan ini mulai memuncak sejak tahun 2024. Dia menyebut permasalahan diawali oleh perselisihan bertetangga.
"Itu sejak 2024 yang mulai viral itu 2024 ya. Itu sebenarnya berawal dari selisih, perselisihan antara ya hidup bermasyarakat antar-tetangga," katanya.
Sumardi menegaskan pihaknya terbuka jika sang penyiram masih ingin bermasyarakat. Sumardi berharap agar sang penyiram agar bergotong-royong.
"Kita tidak muluk-muluk. Kalau masih masih ingin tinggal di sini, ayo kita gabung. Karena kan sifat kita itu tidak tidak menghakimi, tapi kita mengajak kembali mereka untuk bersosial masyarakat sesuai dengan normatif. Di dalam perjanjian pun juga sama. Kita ada gotong-royong, ayo gotong-royong. Kita kan tujuannya seperti itu," katanya.
detikcom telah mencoba mendatangi rumah yang diduga menjadi asal penyiraman tersebut. Namun, pemilik rumah menolak untuk memberikan keterangan.
Diberitakan sebelumnya, di beberapa video terlihat rekaman CCTV yang menampilkan pemilik rumah, baik pria maupun wanita, menyiram air ke jalan saat jam-jam salat Magrib. Beberapa video menunjukkan ada orang yang terkena siraman.
Di salah satu video, terlihat seorang pria baru pulang dari salat lalu terkena siraman. Pria tersebut menegur, namun tetangga itu malah memakinya.
Di video yang lain, disebut air yang disiramkan diduga merupakan air bekas mandi anjing, dan air bekas lap kotoran anjing.
Dalam video yang disebut terjadi pada 30 Mei 2026 pukul 23.00 WIB, terlihat warga menggeruduk pasangan suami istri tersebut. Warga membawa mereka ke sebuah ruang pertemuan. Penyebabnya disebut ada salah seorang warga yang kembali terkena siraman.
Dihubungi terpisah, Kasi Humas Polresta Tangerang IPDA Sandro Tree Bahara menyampaikan polisi akan mengecek kasus tersebut. Polisi disebut akan memecahkan masalah warga dengan tetangga itu.
"Personel cek TKP dan lakukan problem solving," katanya.
(lir/lir)















































