Tanda Jasa bagi Reno Si Anjing K9 Polda Riau yang Gugur di Sumbar

2 hours ago 1
Pekanbaru -

Masih ingat dengan Reno, anjing pelacak (K9) Polda Riau yang gugur saat menjalankan misi kemanusiaan di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat? Polri kini mengabadikannya sebagai pahlawan dengan tanda jasa.

Reno dianugerahi medali penghargaan Vira Satya Manava Raksaka Pasu, yang secara etimologi mengandung arti sebagai Hewan Pemberani, Penjaga Kebenaran, dan Kemanusiaan. Medali ini sekaligus yang pertama kalinya diberikan oleh Polri kepada satwa.

Penghargaan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor: KEP/1984/XII/2025 tentang Pemberian Penghargaan kepada Satwa yang Membantu Pelaksanaan Tugas Kepolisian, tertanggal 24 Desember 2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reno adalah seekor anjing pelacak berjenis Belgian Malinois yang berusia 8 tahun 4 bulan. Anjing K9 ini gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan dalam Operasi Aman Nusa II di Kabupaten Agam, Sumbar.

Reno, anjing K9 Polda Riau bersama pawangnya, Bripka Hosea.Reno, anjing K9 Polda Riau bersama pawangnya, Bripka Joshua. Foto: dok. Polda Riau

Reno merupakan anjing K-9 spesialis search and rescue (SAR) yang secara aktif dilibatkan dalam berbagai operasi pencarian korban bencana. Pada tugas kemanusiaan di Agam, Reno mengalami kondisi yang mengakibatkan ia tidak dapat terselamatkan.

Jasad anjing spesialis kadaver itu dikuburkan secara kedinasan sebagai bentuk penghormatan terakhir. Upacara dipimpin langsung oleh Direktur Samapta Polda Riau Kombes Syahrial M Abdi dengan dihadiri pasukan Polsatwa Polda Riau dan jajaran personel Polda Sumbar.

Reno telah membantu Polri dalam tugas kemanusiaan pencarian korban bencana Galodo di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Selama misi tersebut, Reno berhasil menemukan sejumlah korban. Atas perjuangannya tersebut, Reno mendapatkan medali penghargaan Vira Satya Manava Raksaka Pasu, yang artinya 'Hewan Pemberani Penjaga Kebenaran dan Kemanusiaan'.


Alasan Pemberian Gelar


Dalam sambutannya, Karowatpres Polri Brigjen Budhi Herdi mengatakan penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan negara atas dedikasi luar biasa Reno yang telah 'mendahului' setelah menjalankan misi kemanusiaan di lokasi bencana Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Ia mengakui bahwa selama ini peran vital satwa dalam membantu tugas operasional sering kali luput dari perhatian dalam hal apresiasi formal. Sosok Reno menjadi pemicu lahirnya sebuah kebijakan baru di tubuh Polri yang tak hanya memberikan penghargaan kepada personel, tetapi juga kepada satwa-satwa yang telah membantu tugas-tugas kepolisian.

Atas dasar itulah, Kapolri menetapkan penghargaan Vira Satya Manava Raksaka Pasu. Secara etimologi, nama ini memiliki makna mendalam, yakni Hewan Pemberani, Penjaga Kebenaran, dan Kemanusiaan.

Kegiatan ini digelar di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, pada Rabu (4/2/2026). Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, Karowatpres Polri Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto, Kasubdit Cakkal Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Baharkam Polri Kombes Pol Gatot Aris Purbaya, pecinta hewan sekaligus aktivis Melanie Subono, para pejabat utama Polda Riau, serta komunitas pecinta anjing (dog lovers).

Dalam sambutannya, Brigjen Budi Herdi menekankan bahwa keberanian satwa seperti Reno adalah bentuk pengabdian yang murni. Tanpa mengejar pangkat, gelar pahlawan, ataupun pujian, satwa-satwa ini bekerja hanya dengan loyalitas untuk menemukan kebenaran.

"Reno bekerja tanpa mengenal lelah dan tanpa pamrih. Dia tidak tahu apa itu kata pahlawan atau pangkat. Yang dia tahu hanya satu: menemukan dan menjalankan tugasnya dengan tuntas. Keberanian tanpa embel-embel inilah yang kami harap dapat menginspirasi kita semua," tegas Budhi Herdi.

Polda Riau menggelar upacara pemberian medali penghargaan bagi Reno anjing K9, Rabu (4/2/2026).Karowatpres SSDM Polri Brigjen Budhi Herdi Susianto. Foto: dok. Polda Riau

Award Polri Perdana untuk Hewan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan medali 'Vira Satya Manava Raksaka Pasu' bagi Reno anjing pelacak (K9) Polda Riau. Penghargaan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kapolri Nomor: KEP/1984/XII/2025 tentang Pemberian Penghargaan kepada Satwa yang Membantu Pelaksanaan Tugas Kepolisian, tertanggal 24 Desember 2025.

Dalam sambutannya, Karowatpres SSDM Polri Brigjen Budhi Herdi Susianto mengatakan pemberian penghargaan kepada Reno merupakan apresiasi kepada anjing pemberani yang membantu misi kemanusiaan di Palembayan, Agam, Sumatera Barat. Dalam perumusan pemberian penghargaan, Polri memutuskan memberikan medali 'Vira Satya Manava Raksana Pasu' yang artinya 'Hewan Pemberani, Penjaga Kebenaran dan Kemanusiaan'.

"Sampai kami ajukan ke Pak Kapolri sampai Pak Kapolri ketawa 'kok bisa menemukan namanya (penghargaan)', karena ini memang baru," kata Brigjen Budhi Herdi.


Kesetiaan dan Pengabdian Tanpa Pamrih

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan Reno telah memberikan pelajaran bagaimana kesetiaan dan pengabdian.

"Dan Reno telah menunjukkan kepada kita arti kesetiaan tanpa kata, keberanian tanpa pamrih dan pengabdian tanpa klaim," kata Irjen Herry.

Jenderal bintang dua itu menekankan bahwa pengorbanan Reno mengajarkan sebuah pelajaran berharga, bahwa kemanusiaan adalah kualitas relasional. Kemanusiaan hadir saat satu makhluk hidup memilih melindungi yang lain meski harus membayar dengan nyawanya.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. (Foto: dok. Polda Riau)

"Kita hadir hari ini bukan untuk menurunkan martabat manusia, tetapi justru untuk meninggikan nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri. Reno bekerja dengan naluri, mencium jejak kehidupan di tengah puing-puing kemanusiaan yang runtuh tanpa mengharap petisi atau protes," tutur Kapolda penuh haru.

Menurutnya, penghormatan terhadap Reno ini bukan sekadar simbolik semata. Tetapi ini adalah sebuah janji moral agar manusia memberikan keadilan kepada sesama mahluk hidup dan lingkungannya.

"Jadi penghargaan ini bukan hanya penghormatan simbolik semata, ia adalah janji moral, janji kita akan memberlakukan hewan terutama mereka yang bekerja dengan kita, yang hidup bersama kita, bukan alat yang habis dipakai, melainkan sebagai subjek etika, kemudian rekan dalam risiko dan sebagai sama-sama penghuni bumi yang semakin rapuh," paparnya.


Kemajuan Polri di Bidang Satwa

Seniman sekaligus aktivis kemanusiaan, Melanie Subono, menyampaikan apresiasi atas penghargaan Polri terhadap Reno, anjing K9 Polda Riau yang gugur dalam misi kemanusiaan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Menurutnya, pemberian penghargaan terhadap satwa adalah sebuah kemajuan.

"So, menurut saya itu kemajuan di dunia hewan. Apalagi hewan (anjing) yang selalu dianggap stigma buruk, najis, haram dan segala macam, Reno adalah pahlawan, begitu juga dengan bapak-bapak berseragam," kata Melanie Subono, di Polda Riau, Kota Pekanbaru, Rabu (4/2).

Bagi Melanie, apa yang dilakukan Polda Riau terhadap K9 Reno bukan sekadar seremoni kosong, melainkan bentuk pengakuan bahwa hewan adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan kemanusiaan. Dalam sambutannya, Melanie tanpa rasa canggung mengakui dirinya pernah memiliki rasa pesimistis terhadap institusi Polri.

"I used to hate police. Saya pernah punya rasa disrespect dan mungkin pesimis. Saya bahkan pernah mengatakan bahwa saya lebih mempercayakan nyawa saya pada anjing saya daripada kepada orang berseragam," ungkap Melanie.

Polda Riau menggelar upacara pemberian medali penghargaan bagi Reno anjing K9, Rabu (4/2/2026).Melanie Subono. Foto: dok. Polda Riau

Namun, stigmanya itu berubah setelah melihat apa yang dilakukan oleh Polri dalam memberikan penghargaan kepada satwa yang ikut membantu tugas-tugas kepolisian. Cucu keponakan mendiang BJ Habibie ini juga memuji program Green Policing Polda Riau, yang menurutnya patut menjadi contoh untuk diterapkan di polda-polda lain.

"Hari ini di Pekanbaru, untuk pertama kalinya saya menerima undangan kepolisian tanpa ragu. Why? Karena saya melihat jajaran yang peduli pada alam dan hewan. Menganggap Reno sebagai bagian dari mereka bukan hanya sebatas kata-kata. Di Indonesia, hal seperti ini baru benar-benar terjadi hari ini di Pekanbaru," tegasnya.

Penghargaan terhadap Reno, bagi Melanie, adalah momentum titik balik di mana kepolisian menunjukkan sisi humanis yang paling dalam: memberikan keadilan bukan hanya bagi manusia, tetapi juga bagi alam semesta dan makhluk setia yang membantu tugas-tugas mereka.

"Hari ini saya mau apresiasi kegiatan untuk mengenang Reno, saya yakin bukan hanya Reno, tapi banyak hewan-hewan yang lain. Reno adalah pahlawan, begitu juga dengan bapak-bapak berseragam, thank you so much," pungkasnya.

(mea/isa)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |