Sopir Travel Ditembak Mati KKB Sedang Bawa Logistik Warga, Jenazah Dievakuasi

2 hours ago 2
Jakarta -

Seorang sopir travel asal Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), bernama Aris Sanda alias Tasya, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Koops TNI Habema menemukan kendaraan Tasya dalam kondisi terbakar beserta jenazahnya setelah dilaporkan disandera dan ditembak KKB di jalur Wamena menuju Mbua.

Koops TNI Habema menyebut Tasya merupakan pengemudi yang melayani kebutuhan transportasi masyarakat, membawa logistik sekaligus mengangkut penumpang lokal dari Wamena menuju wilayah pedalaman. Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan memerintahkan jajarannya segera melaksanakan evakuasi jenazah sesuai prosedur yang berlaku.

Riyanto mengingatkan evakuasi jenazah Tasya harus tetap mengutamakan keamanan, kehati-hatian, dan penghormatan terhadap korban. Riyanto juga memerintahkan pengamanan wilayah serta upaya pencarian terhadap para pelaku secara profesional dan terukur untuk penegakan hukum dan mencegah jatuhnya korban berikutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sangat prihatin dan berduka atas kejadian ini. Korban bukan sedang membawa ancaman. Ia sedang bekerja, membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat Papua. Orang-orang seperti inilah yang selama ini membantu kehidupan masyarakat di pedalaman. Kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan, dan para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku," kata Riyanto dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026)

Menurut Riyanto, pembunuhan terhadap Tasya mengganggu kehidupan masyarakat Papua. Jalur transportasi menuju wilayah pedalaman dinilai merupakan akses penting bagi distribusi bahan makanan, kebutuhan sehari-hari, pelayanan publik, serta mobilitas masyarakat.

Riyanto telah menginstruksikan seluruh jajaran di wilayah operasi untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat perlindungan masyarakat, terutama pada jalur transportasi dan ruang-ruang pelayanan publik yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.

"Penekanan ini tidak hanya berlaku di lokasi kejadian. Di wilayah lainnya pun saya perintahkan seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan dan perlindungan masyarakat. Jangan berikan ruang bagi kekerasan yang mengancam warga sipil, pengemudi, guru, tenaga kesehatan, pekerja, maupun siapa pun yang sedang melayani masyarakat. Setiap gangguan harus ditangani secara profesional, terukur, dan sesuai hukum," tegas Riyanto.

Riyanto mengatakan Koops TNI Habema akan terus bersinergi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Papua untuk menjaga selutuh wilayah agar tidak berubah menjadi ruang kekerasan.

Tasya diketahui tewas ditembak KKB di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Jenazah korban ditemukan dalam mobil yang terbakar.

"Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, dilansir detikSulsel, Rabu (16/9).

Saat ini proses evakuasi jenazah berlangsung sembari mempertimbangkan keamanan di lokasi. Informasi yang diterima, korban diduga dibunuh oleh OPM sebelum mayatnya ditemukan dalam mobil.

"Aris Sanda alias Bapak Tasya, asal Toraja, dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM Kodap II Ndugama yang mengakibatkan korban meninggal dunia," jelasnya.

(rfs/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |