Jakarta -
SMA Al Kautsar sukses mengukuhkan diri sebagai juara LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Lampung. Kemenangan ini membawa mereka resmi mewakili Lampung untuk memperebutkan gelar juara di tingkat nasional di Jakarta.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah mengumumkan kemenangan tersebut setelah babak final yang sengit di Hotel Radisson Kedaton, Lampung. SMA Al Kautsar berhasil meraih poin tertinggi sebesar 105 poin, mengungguli SMAN 1 Gadingrejo dengan 75 poin dan SMAN 1 Tumijajar dengan perolehan 60 poin.
"Kemenangan ini bukanlah akhir, melainkan awal perjuangan. Tim yang terpilih harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya karena akan bertanding melawan perwakilan dari 37 provinsi lainnya di tingkat nasional," ujar Siti Fauziah dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun para juri penilai dalam ajang ini yakni Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Deputi Bidang Administrasi MPR RI Dra. Triyatni, Kepala Biro Sekretariat Pimpinan Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi sekaligus Plt. Biro SDM, Organisasi dan Hukum Agus Subagyo.
Selain itu, Perisalah Legislatif Ahli Madya Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi MPR RI Elin Marlina, dan Guru SMAN 1 Bandar Lampung Septia Andria.
Persaingan Ketat Menuju Final
Proses penyisihan hingga ke babak final tingkat provinsi Lampung ini merupakan tantangan besar bagi para peserta. Kompetisi diikuti oleh sembilan sekolah yang terbagi dalam tiga grup.
Sembilan sekolah tersebut, yaitu SMAN 2 Kotabumi, SMK Negeri 1 Metro, SMA Hang Tuah, SMA Al Kautsar, SMA Negeri 2 Bandar Lampung, SMAN 12 Bandar Lampung, SMAN 1 Gadingrejo, SMA Negeri 1 Bangunrejo, dan SMAN 01 Tumijajar. Pemenang yang diseleksi dari sembilan sekolah ini kemudian akan bertarung melawan perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia.
Seluruh sekolah tersebut menghadapi tiga sesi tantangan. Dalam sesi pertama yaitu Wawasan Empat Pilar, yakni jawaban cepat dan tepat secara bergiliran. Sesi kedua, yaitu tematik, peserta kompak bekerja sama dalam menyampaikan argumen pro dan kontra terhadap kasus yang dipilih melalui spin acak. Kemudian sesi ketiga adalah rebutan, para peserta adu ketangkasan individual memberikan jawaban benar tanpa bantuan rekan beregu.
Perjalanan menuju final diwarnai persaingan ketat di setiap babaknya. Pada babak pertama, SMA Al Kautsar tampil dominan dengan meraih 145 poin, unggul atas SMAN 12 Bandar Lampung dengan 80 poin dan SMAN 2 Bandar Lampung sebanyak 75 poin.
Persaingan berlanjut ke babak kedua, di mana SMAN 1 Gadingrejo keluar sebagai pemenang dengan 100 poin, menyisihkan SMAN 1 Bangunrejo sebanyak 75 poin dan SMKN 1 Metro dengan perolehan 70 poin.
Sementara itu, babak ketiga berlangsung dramatis dengan kemenangan tipis SMAN 1 Tumijajar sebesar 90 poin atas SMA Hang Tuah Lampung dan SMAN 2 Kotabumi yang masing-masing meraih 85 poin.
Ketiga pemenang tersebut masuk dalam babak penyisihan yang menyaring tiga sekolah yaitu SMA Al Kautsar, SMAN 1 Gadingrejo, dan SMAN 1 Tumijajar.
Suasana pun berubah memanas seiring perebutan posisi ke tingkat nasional. Antusiasme penonton meledak pada setiap poin yang diraih, kontras dengan suasana haru saat peserta kehilangan poin akibat jawaban yang salah. Kendati demikian, seluruh peserta tetap menunjukkan sportivitas dan semangat juang hingga menit terakhir.
Pada puncaknya, SMA Al Kautsar mengukuhkan posisi sebagai juara pertama dengan total 105 poin. Disusul oleh SMAN 1 Gadingrejo sebagai runner-up dengan 75 poin, dan SMAN 1 Tumijajar di posisi ketiga dengan perolehan 60 poin.
Menyemangati mereka yang belum berhasil lolos, Siti Fauziah menegaskan bahwa seluruh peserta sejatinya adalah juara yang mewakili daerah masing-masing.
"Kehadiran di sini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang pengalaman mendapatkan teman baru, belajar berkomunikasi, serta mengikuti lomba secara sportif. Nilai-nilai inilah yang perlu terus ditanamkan dalam diri setiap peserta," tuturnya.
Persiapan Matang Menuju Nasional
Perwakilan siswa SMA Al Kautsar, Akhdan Khosyi Ascarito mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian timnya yang harus melalui persiapan disiplin tinggi.
"Perjuangan kami cukup berat. Di sekolah, kami harus mendapatkan dispensasi dan mengorbankan banyak waktu di luar jam pelajaran. Bahkan saat teman-teman lain mengikuti ujian, kami harus fokus pada persiapan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar. Namun, alhamdulillah, hasil yang kami capai sesuai dengan harapan," ujarnya.
Akhdan menambahkan bahwa timnya berencana melakukan karantina mandiri untuk memperdalam pemahaman materi konstitusi.
"Kesan kami melihat LCC Empat Pilar MPR RI ini sangat luar biasa. Mekanisme seleksi berjalan dengan baik, sisi fasilitas juga sangat memadai, pelayanan yang baik. Terpenting wawasan kami tentang kenegaraan Indonesia jauh lebih luas dan semoga menjadi juara nasional," paparnya.
Selain itu, guru pendamping SMA Al Kautsar, Mustakim menambahkan bahwa meskipun persiapan awal tergolong singkat yakni hanya dua minggu, pihaknya akan memanfaatkan waktu menuju tingkat nasional dengan lebih maksimal.
"Persiapan kami sebenarnya cukup singkat, sekitar dua minggu sejak menerima undangan. Kebetulan saat itu bertepatan dengan masa libur sekolah dan ujian semester, sehingga waktu yang tersedia sangat terbatas. Namun, kami berusaha memaksimalkan waktu yang ada," jelasnya.
Mustakim pun optimistis ajang ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi para siswa.
"Bukan hanya tentang mencari juara, tetapi juga memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai kebangsaan. Seperti yang disampaikan dewan juri, materi Empat Pilar sangat penting dan menjadi pembelajaran berharga bagi kami semua," tandasnya.
Selain dewan juri, ajang ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico beserta jajaran terkait. Hadir pula dari jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI lainnya, yaitu Kepala Subbagian Program Kerja Sama Sosialisasi pada Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi, Agus Ananda.
(anl/ega)


















































