Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons tegas aksi tawuran antarwarga yang pecah di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat. Pramono meminta pihak kepolisian untuk mengambil tindakan hukum secara tegas terhadap dalang atau inisiator aksi keributan tersebut.
Pramono mengaku telah mendapatkan laporan yang komperhensif dari Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengenai tawuran antarwarga yang terjadi di kawasan Petamburan itu.
"Saya sudah mendapatkan laporan (tentang peristiwa tawuran) sepenuhnya dari Walikota Jakarta Pusat," kata Pramono kepada wartawan di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah memerintahkan kepada Walikota Jakarta Pusat, tentunya melalui penegak hukum dalam hal ini Kepolisian, untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang menjadi inisiator dari tindakan kekerasan ini," tegasnya.
Pramono menekankan agar persoalan antarwarga tersebut segera diredam. Dia meminta jajarannya dan aparat keamanan untuk memastikan situasi kembali kondusif dan kejadian serupa tidak terulang.
"Dan saya minta untuk segera didamaikan, dihentikan, dan mudah-mudahan tidak terjadi lagi," imbunya.
Sebelumnya diberitakan, tawuran antarwarga pecah di kawasan Petamburan, Tanah Abang. Peristiwa ini diduga dipicu oleh aksi saling tembak petasan hingga mengakibatkan dua buah gerobak dagangan warga hangus terbakar.
Peristiwa tawuran itu ramai di media sosial. Dalam video itu, terlihat kobaran api di lokasi kejadian, sejumlah warga tampak berkerumun melihat kejadian itu. Para pelaku tawuran disebut membakar lapak pedagang.
Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyebut bahwa tawuran terjadi pada Jumat (17/4/2026). Peristiwa tersebut melibatkan dua kelompok warga dari rukun warga (RW) yang berbeda di Kelurahan Petamburan.
"Yang semalam terjadi adalah adanya gesekan antara RW 11 dan RW 5 Kelurahan Petamburan," kata Dhimas saat dimintai konfirmasi.
Dhimas menjelaskan tawuran bermula ketika adanya lemparan atau tembakan petasan yang diarahkan ke masing-masing wilayah RW. Hal itulah yang kemudian memicu provokasi hingga terjadi aksi saling serang.
"Dikarenakan adanya tembakan petasan atau kembang api yang mengarah ke masing-masing RW tersebut, sehingga memprovokasi terjadinya gesekan antarwarga yang mengakibatkan terbakarnya dua gerobak buah," jelasnya.
(ond/isa)


















































