SETARA Dukung Tim Preventive Strike Polda Metro: Pencegahan Gangguan Kamtibmas

1 day ago 7

Jakarta -

Ketua Dewan Nasional SETARA Institute Hendardi mendukung Polda Metro Jaya membentuk Tim Preventive Strike dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hendardi menyebut Tim Preventive Strike bisa mencegah gangguan sejak dini agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

"Pembentukan Tim Preventive Strike oleh Polda Metro Jaya pada dasarnya dapat dipahami sebagai bagian dari penguatan strategi preemptive policing, yaitu pendekatan kepolisian yang berorientasi pada pencegahan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tidak berkembang menjadi tindak pidana atau konflik yang lebih luas," ujar Hendardi kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam paradigma pemolisian modern, upaya pencegahan merupakan salah satu fungsi utama kepolisian yang patut didukung sepanjang dijalankan secara profesional dan sesuai dengan prinsip-prinsip negara hukum," sambungnya.

Hendardi menerangkan kepolisian harus mampu membangun sistem deteksi dini hingga langkah-langkah pencegahan yang berbasis intelijen. Karena itulah, menurut Hendardi, pembentukan satuan yang berorientasi pada pencegahan ini dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan rasa aman masyarakat sekaligus menekan potensi gangguan Kamtibmas.

"Dalam konteks tersebut, pembentukan satuan yang berorientasi pada pencegahan dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan rasa aman masyarakat sekaligus menekan potensi gangguan Kamtibmas," tuturnya.

Hendardi mengatakan setiap tindakan kepolisian tetap harus tunduk pada prinsip legalitas proporsionalitas hingga penghormatan terhadap hak asasi manusia. Karena itu, katanya, Polda Metro Jaya harus memastikan bahwa kinerja Tim Preventive Strike memiliki standar operasional yang jelas untuk mencegah gangguan Kamtibmas tanpa menimbulkan pelanggaran hak asasi manusia.

"Namun demikian, orientasi preventif tersebut tidak boleh bergeser menjadi praktik represif yang justru menggerus hak-hak warga negara. Istilah preventive strike tidak boleh dimaknai sebagai kewenangan untuk melakukan tindakan koersif tanpa dasar hukum yang jelas, melakukan penangkapan sewenang-wenang, profiling terhadap kelompok tertentu, ataupun membatasi kebebasan sipil atas dasar dugaan yang tidak didukung bukti permulaan yang memadai," katanya.

Lebih lanjut, Hendardi menyebut Tim Preventive strike akan memperoleh legitimasi publik apabila benar-benar menjadi instrumen pencegahan yang profesional. Dia berharap kinerja baik Polda Metro Jaya saat ini terus ditingkatkan.

"Kinerja cukup baik kepolisian dalam mengungkap kasus Febrie Adriansyah pada tahap awal harus terus ditingkatkan untuk semakin meningkatkan kepercayaan publik di satu sisi dan memperkuat supremasi sipil di sisi lain," katanya.

"Preventive strike akan memperoleh legitimasi publik apabila benar-benar menjadi instrumen pencegahan yang profesional, terukur, akuntabel, dan menyeimbangkan pemeliharaan keamanan bersama dengan penghormatan hak konstitusional warga negara," imbuhnya.

Tim Preventive Strike

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan Tim Preventive Strike ini terdiri dari direktorat operasional yang ada di Polda Metro Jaya. Tim ini tidak hanya berfokus pada pengamanan di wilayah Jakarta, tetapi juga di wilayah penyangga Ibu Kota.

"Kapolda Metro Jaya sudah menegaskan membentuk tim Preventive Strike yang terdiri dari Direktorat Operasional yang ada di Polda Metro Jaya. Jadi sudah melakukan mitigasi awal, apabila ada kelompok-kelompok yang mencoba membuat kerusuhan, membuat situasi tidak nyaman dan aman di wilayah hukum Polda Metro Jaya termasuk wilayah-wilayah penyangga, akan dilakukan tindakan tepat, tegas, dan terukur," jelas Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Jumat (31/7).

Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa pihak kepolisian terus meningkatkan intensitas patroli secara masif di daerah-daerah perbatasan, seperti perbatasan Bekasi dan Depok dengan Jawa Barat, serta wilayah Tangerang yang berbatasan langsung dengan Banten. Langkah mitigasi ini dilakukan demi menjaga Jakarta tetap aman.

"Langkah-langkah mitigasi sudah berjalan. Kami terus melakukan peningkatan patroli, mulai dari skala kecil, sedang, hingga skala besar. Terutama di wilayah-wilayah penyangga yang menjadi pintu masuk," tambahnya.

(whn/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |