Satgas PRR Resmikan Serempak 1.300 Huntara: Ini Bentuk Kehadiran Negara

3 hours ago 6

Jakarta -

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian meresmikan 200 unit hunian sementara (huntara) di Simarpinggan, Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Adapun huntara ini dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Danantara.

Selain Simarpinggan, Tito juga meresmikan secara virtual 50 unit huntara di Tapanuli Selatan. Ia juga secara serempak meresmikan huntara secara virtual di tujuh kabupaten terdampak bencana di Sumatera.

Daerah itu di antaranya Tapanuli Tengah sebanyak 112 unit dan Tapanuli Utara 40 unit. Selanjutnya Aceh Tamiang 58 unit, Aceh Timur 308 unit, Aceh Utara 84 unit, Pidie Jaya 410 unit, serta Tanah Datar 38 unit. Dengan demikian, total huntara yang diresmikan secara serempak sebanyak 1.300 unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembangunan huntara di Simarpinggan, Tapanuli Selatan, merupakan upaya strategis pemerintah dalam mempercepat pemindahan pengungsi bencana ke hunian yang lebih layak sembari menanti penyelesaian pembangunan hunian tetap (huntap)," ujar Tito dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Tito menegaskan pemerintah pada dasarnya tidak ingin pengungsi tinggal terlalu lama di tenda pengungsian. Oleh karena itu, pembangunan huntara terus dikebut di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera.

Ia menegaskan mulai dari Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, hingga Kepala BNPB Suharyanto, pun bergantian meresmikan huntara di tiga wilayah terdampak bencana Sumatera.

"Ini kesekian kali yang kita lakukan untuk menunjukkan kehadiran negara," tegas Tito.

Pada acara peresmian, Tito bersama Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, menyusuri area huntara untuk meninjau kelayakan serta kelengkapan sarana dan prasarana bagi para pengungsi. Ia juga berbincang dengan sejumlah pengungsi yang sebagian besar berasal dari Tandihat, Angkola Selatan. Beberapa dari mereka mengaku fasilitas yang ada di Huntara sudah memadai.

Berdasarkan data dari Danantara, kompleks Huntara di Simarpinggan terdiri dari 200 unit kamar yang dilengkapi 40 toilet, empat unit dapur umum, serta empat musala. Huntara di Simarpinggan juga dilengkapi dengan lapangan futsal dan playground atau tempat kelompok bermain anak untuk mendukung stimulasi tumbuh kembang anak usia dua sampai empat tahun.

Pada kesempatan itu, Tito juga menyerahkan bantuan logistik dan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk korban bencana di Tapanuli Selatan yang rumahnya rusak, namun tidak tinggal di huntara dan memilih menyewa rumah atau tinggal bersama sanak saudara. Nominal DTH yang diberikan sebesar Rp600 ribu per bulan dan dicairkan satu kali untuk tiga bulan, dengan total Rp1,8 juta.

(akd/akd)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |