Jakarta -
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan kebesaran sebuah kota tak hanya diukur dari megahnya infrastruktur dan gedung pencakar langit. Menurutnya, kota besar juga ditentukan oleh kelapangan hati warganya dalam menerima perbedaan di tengah keberagaman.
Hal itu disampaikan Rano saat menghadiri perayaan Hari Raya Waisak bertajuk Illumination of Jakarta: Glow of Peace di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026). Perayaan Waisak tahun ini digelar di ruang publik dengan instalasi cahaya dan pertunjukan budaya untuk memperkuat pesan toleransi di Ibu Kota.
"Sebab kota yang besar bukan hanya diukur dari tingginya gedung di kawasan Bundaran HI, tetapi juga dari lapangnya hati kita menerima setiap anak bangsa dengan penuh rasa hormat, penuh ketulusan, dan penuh rasa persaudaraan di antara kita," kata Rano.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rano menyebut Jakarta terus berupaya menjadikan ruang publik sebagai tempat perjumpaan seluruh warga lintas agama dan budaya. Menurutnya, kawasan Bundaran HI kini telah menjadi 'halaman bersama' bagi masyarakat untuk merayakan keberagaman.
Ia mencontohkan sejumlah perayaan yang sebelumnya telah digelar di kawasan tersebut, mulai dari Christmas Carol, festival Imlek, Jakarta Bedug Festival, hingga pawai ogoh-ogoh. Kini, perayaan Waisak hadir lewat tema Glow of Peace yang disebut membawa pesan perdamaian dan kebersamaan.
"Di tempat ini, Jakarta terus belajar merayakan perbedaan sebagai anugerah, bukan sebagai jarak. Jakarta ingin menjadikan keberagaman sebagai jembatan, bukan sebagai sekat," ujarnya.
Rano berharap perayaan Waisak tak hanya menghadirkan pengalaman visual bagi warga, tetapi juga menumbuhkan rasa damai dan semangat hidup berdampingan. Ia mengatakan cahaya yang menghiasi Bundaran HI menjadi simbol harapan agar Jakarta tetap menjadi kota yang toleran, adil, dan menenteramkan seluruh warganya.
"Jakarta itu bukan kota yang hanya terang oleh lampu, tetapi juga terang karena desir doa semua warganya," tuturnya.
Perayaan Illumination of Jakarta: Glow of Peace digelar Pemprov DKI Jakarta sejak 28 Mei hingga 1 Juni 2026 di kawasan Bundaran HI dalam rangka menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era. Acara itu menghadirkan instalasi cahaya, pertunjukan seni budaya, dan kegiatan refleksi kebersamaan di ruang publik.
(lir/lir)

















































