Jakarta -
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus membuka Retret Pejabat Administrator Kabupaten Kuningan di Ballroom Arya Kemuning, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kemarin. Dalam arahannya, Wiyagus menekankan pentingnya seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan bersinergi mewujudkan visi misi kepala daerah setempat.
"Retret juga bagian dari membentuk superteam ya, untuk mencapai visi dan misi Bapak Bupati tentunya. Sebagai bagian dari visi-misi Bapak Presiden Prabowo tentunya," ujar Wiyagus dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan pelaksanaan retret sangat penting dalam membangun keselarasan visi misi pemerintah pusat dan daerah. Kegiatan tersebut juga berperan dalam memperkuat harmonisasi pusat dan daerah sehingga tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan itu, Wiyagus mengungkapkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia menegaskan pengembangan SDM menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Melalui berbagai program dan kebijakan, Indonesia bertekad menciptakan SDM berdaya saing global, berkarakter kuat, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Lebih lanjut, Wiyagus mengungkapkan dalam mengimplementasikan kebijakan terdapat sejumlah tantangan yang menjadi kendala, termasuk bagi Pemkab Kuningan. Oleh karena itu, penting bagi daerah untuk menerapkan kebijakan berbasis kondisi masing-masing daerah.
Di sisi lain, dari segi pengelolaan keuangan daerah, pemerintah melakukan penyesuaian alokasi dana transfer ke daerah sebagai bagian dari konsolidasi fiskal nasional. Hal ini dapat menjadi peluang bagi daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal.
"Oleh karena itu, di sini pemerintah daerah dituntut untuk mampu mengelola APBD secara efektif dan berkualitas, dengan menetapkan skala prioritas belanja, mengoptimalkan pendapatan asli daerah, serta mendorong inovasi pembiayaan melalui kerja sama dengan swasta dan optimalisasi BUMD," jelas Wiyagus.
Dalam menghadapi berbagai tantangan, Wiyagus menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini terbukti melalui kolaborasi yang optimal, pemerintah pusat dan daerah berhasil menekan angka inflasi agar lebih terkendali.
Kolaborasi tersebut juga terlihat saat pandemi Covid-19 yang mampu diatasi melalui kerja keras pusat dan daerah. Wiyagus berharap pemerintah daerah, termasuk Pemkab Kuningan, dapat menyambut sekaligus mendukung program prioritas Presiden yang tertuang dalam Asta Cita. Dengan begitu, program tersebut diyakini mampu mendorong kesejahteraan rakyat.
"Kami berharap seluruh Pemda dapat menyambut dan mengimplementasikan program-program ini secara bersungguh-sungguh, terencana, kemudian juga berkelanjutan. Hal ini menjadi kunci agar kehadiran negara melalui berbagai kebijakan dan program pembangunan ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat," pungkas Wiyagus.
Untuk diketahui, usai membuka retret tersebut, Wiyagus juga menyambangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kasturi di Kabupaten Kuningan. Ia mengecek langsung proses pembuatan sekaligus distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Usai menyambangi SPPG, Wiyagus menuju Sekolah Rakyat yang berlokasi di SMP Negeri 6 Kuningan. Ia berinteraksi dengan para guru dan siswa, serta menyaksikan kegiatan belajar mengajar.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kuningan.
(akd/akd)














































