Prabowo Beri Analogi, Ada Orang Tak Setuju Jembatan tapi Sibuk Kritik

3 hours ago 3

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto membicarakan fenomena kritik-kritik terhadap pemerintahannya. Dia mengaku tak masalah dengan kritik-kritik yang muncul dan menekankan terus fokus mengabdi kepada rakyat.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Prabowo mulanya menyampaikan telah mempelajari laporan-laporan dari anak buahnya yang menunjukkan kondisi bangsa masih stabil di tengah situasi geopolitik memanas di Timur Tengah.

"Saya telah mempelajari data-data angka dan dalam kesempatan ini adalah kesempatan yang baik, setelah saya mempelajari angka-angka dan dapat laporan dari menteri-menteri saya ternyata kondisi kita cukup aman," kata Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo kemudian menyinggung munculnya kritik dari kelompok-kelompok tertentu terhadap pemerintah. Dia menilai tak masalah jika ada kelompok tertentu tidak mau bekerja sama dengan pemerintah.

"Memang ada satu fenomena yang kita rasakan bersama bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat, saudara-saudara kita juga, keluarga besar NKRI juga yang mempunyai suatu sikap yang bisa dikatakan sangat tidak mau kerja sama. Kita hormati, kita tidak ada masalah," ujarnya.

Prabowo menganalogikan gotong royong pembangunan jembatan di sebuah desa kemudian ada pihak yang enggan membantu namun terus mengkritik.

"Saya katakan kalau di suatu tempat, suatu desa, melihat kebutuhan butuh jembatan kemudian sebagian besar gotong royong untuk membangun jembatan tapi ada sekelompok yang tidak mau bangun jembatan, tapi tidak masalah, silakan," kata Prabowo.

Prabowo heran terhadap kelompok yang tak mau bekerja sama dengan pemerintah. Dia melihat kelompok ini sibuk melontarkan kritik. Dia meminta seluruh jajaran pemerintah terus fokus memenuhi permintaan rakyat.

"Hanya saya juga nggak ngerti ada orang mau bangun jembatan, dia tidak mau bangun jembatan tapi dia kritik, 'Kamu goblok kamu. Kayunya salah jangan di situ, pakunya salah, rantainya salah'. Salah aja. Lah kita yang mau bangun jembatan apa sikap kita? Apa kita grogi? 'Goblok kamu, kamu bikin jembatan, goblok'. Ya saya goblok tapi rakyat ini minta jembatan, ya, saya bangun jembatan. Jadi ini fenomena," ujarnya.

Saksikan Live DetikSore :

(rdp/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |