Pilu Istri Penumpang KM Mutiara Tak Bisa Hubungi Suami Usai Insiden Kebakaran

2 days ago 8

Surabaya -

Keluarga penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar, Devi, tengah harap-harap cemas menanti kabar suaminya, Deni Tristiawan (35). Pasalnya, nama suaminya itu tak ada dalam manifes penumpang.

Devi mengatakan suaminya, Deni Tristiawan berkomunikasi dengannya pada pukul 07.00 WIB pada Minggu (2/8). Ia kemudian sempat menghubungi kembali, namun sudah tak tersambung.

"Terus balik telepon lagi. Terus habis itu tak hubungi lagi nggak bisa. Sampai sekarang belum (terhubung), mau ke Sulawesi sama temannya, tapi nggak bawa kernet gitu, dia sopir tronton," kata Devi kepada awak media di GSN Tanjung Perak, Surabaya, dilansir detikJatim, Minggu (2/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Gresik itu menambahkan, suaminya sudah lama menjadi sopir truk, namun perjalanan ke Sulawesi merupakan yang pertama kali.

"Baru kali ini (kirim barang dengan truk melalui jalur laut). (kirim) Besi, terus sama koil," ujarnya.

Ia menegaskan baru mengetahui kapal yang ditumpangi suaminya mengalami kebakaran melalui media sosial TikTok. Lalu, ia berupaya mencari informasi kepada teman suaminya.

"Dari TikTok. Saya lihat di live TikTok, sekitar jam 12.00 WIB, soalnya nggak ada yang ngabari. Saya cari info, tanya-tanya, ternyata kapal yang ditumpangi suami itu terbakar," tutur Devi.

"Terus saya langsung datang ke garasi tempat kerjanya. Saya cari info ke teman-temannya, ternyata saya disuruh ke sini. Terus saya hubungi sama pengurus-pengurus itu, terus disuruh kumpul di sini. ada 5 (truk), ada yang bawa istri," tutupnya.

Musibah kebakaran hebat yang menimpa KM Mutiara Sentosa 2 ini pertama kali terdeteksi pada Minggu (2/8/2026) pagi, sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Kapal jenis ro-ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) sepanjang 160 meter tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Makassar mengangkut 232 penumpang yang mayoritas merupakan pengemudi armada logistik-serta 181 unit kendaraan.

Laporan darurat pertama kali diteruskan oleh pihak pengelola kapal dan Syahbandar Tanjung Perak ke kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB setelah komunikasi dengan nakhoda di tengah lautan terputus.

Saat armada penolong pertama kali tiba di lokasi koordinat 06°30'64"S/114°00'19"E (sekitar 19 NM utara Pulau Sapudi), fisik kapal dilaporkan telah hampir terbakar habis. Kepanikan sempat terjadi ketika ratusan penumpang berdesakan di area anjungan dan haluan kapal dengan menggunakan pelampung oranye, hingga beberapa di antaranya nekat melompat ke lautan lepas sebelum akhirnya diselamatkan oleh kapal-kapal yang merapat.

Baca selengkapnya di sini.

(dwr/idh)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |