Bandung -
Pengelola lapangan padel akan dipanggil terkait penebangan 10 pohon yang membuat Wali Kota (Walkot) Bandung Muhammad Farhan marah. Begini penampakan pohon-pohon itu sebelum ditebang.
Lokasinya sendiri berada di depan sebuah lapangan padel yang baru selesai dibangun. Pohon tersebut tadinya ditanam di atas trotoar, namun kini sudah ditebang tak tersisa dan disegel menggunakan garis kuning Satpol PP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarahan Farhan itu dia lampiaskan pada Jumat (31/7) kemarin. Saat sidang di simpang Jalan Riau-Jalan Cihapit, emosi Farhan seketika meledak karena mendapatkan 10 pohon yang ditebang sembarangan.
"Gubernur sudah menyampaikan moratorium. Maka saya akan mengangkat masalah ini langsung ke Pak Gubernur untuk kita lakukan pemidanaan karena berpotensi terhadap pelanggaran hukum yang lumayan berat," kata Farhan, seperti dilansir detikJabar.
"Ini ada 10 pohon. Kita langsung segel sekarang juga, ini kejadiannya sudah lama lagi," ucapnya menambahkan.
Jejak foto pohon yang ditebang di depan lapangan padel di Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung. Foto: Google Earth.
Berdasarkan penelusuran detikJabar, Minggu (2/8/2026), sebelum ditebang, pohon tersebut berdiri tegak di atas trotoar. Pohon itu pun menghadirkan suasana yang rindang, sekaligus kenyamanan bagi pejalanan kaki supaya tidak kepanasan.
Dokumentasinya pun terekam dengan dalam aplikasi Google Earth. Berdasarkan foto terakhir pada Agustus 2024, ada 9 pohon tegak berdiri dengan batangnya dibalut kain khas bendera Kota Bandung yakni kuning, hijau dan biru.
Pada foto yang terekam, lapangan padel di sana belum dibangun sama sekali. Arenanya masih tertutup seng dengan plang pengumuman bahwa tanah tersebut merupakan milik PT Astana Batari Dahayu.
Saat foto ini terekam Google Earth, ada sejumlah orang yang beraktivitas di bawah pohon tersebut. Mulai dari tukang bakso yang berjualan, hingga sejumlah tunawisma yang sedang berteduh dari panasnya Kota Bandung.
Sayang, pohon itu sekarang sudah hilang karena ditebang sembarangan. Areanya pun tak lagi rindang untuk jadi tempat berlindung orang-orang saat panas menyengat datang.
Baca selengkapnya di sini
(idh/dhn)


















































