Perkara Kopilot Kurir 26 Kg Ekstasi di Soetta Juga Diusut Malaysia

19 hours ago 4
Jakarta -

Kasus kopilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman (39) yang ditangkap di Indonesia karena diduga menyelundupkan narkoba kini juga diusut kepolisian Malaysia. Saat ini, Kepolisian Malaysia sedang mengidentifikasi seorang petugas Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Saufi ditangkap petugas Bea Cukai setelah ditemukan kecurigaan pada saat pemeriksaan X-ray bagasi penumpang di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soetta. Dia kedapatan membawa sebanyak 70 ribu butir lebih ekstasi atau seberat 26 kilogram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bea Cukai kemudian menyerahkan Saufi bin Othman ke Bareskrim Polri untuk diproses hukum. Dalam pemeriksaan, terungkap juga Saufi positif tiga jenis narkoba.

Saufi sudah tiga kali menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Dia diberi upah 50 ribu RM oleh seseorang, jika dirupiahkan nilainya sekitar Rp 219.400.825.

"Tersangka Saufi disuruh oleh seseorang untuk membawa ekstasi tersebut ke Jakarta dengan upah 50 ribu RM. Sampai di Jakarta tersangka Saufi nanti akan diarahkan oleh seseorang (diduga berdomisili di Malaysia) bahwa akan ada orang yang akan ngambil ke hotel (penginapan)," kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).

Selain narkotika, petugas menemukan barang bukti lain berupa satu botol kecil berisi urine 'cadangan'. Urine tersebut diduga disiapkan Saufi untuk memalsukan hasil tes urine jika sewaktu-waktu ada pemeriksaan mendadak di bandara.

Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Awaludin Amin mengatakan pihaknya saat ini mendalami dugaan keterlibatan kopilot itu dalam jaringan narkotika. Pihaknya tengah melakukan pendalaman.

"Karena dari hasil interogasi kami, dari hasil BAP kami terhadap tersangka, disampaikan bahwa tiga kali yang bersangkutan membawa barang haram ini ke Indonesia. Dua kali di Jakarta, satu kali daerah lain. Dan itu tidak tutup kemungkinan akan bertambah-tambah lagi. Jadi kami mohon kami diberi waktu untuk melakukan penyidikan mendalam terkait dengan suspect ini," jelasnya.

Malaysia Airlines Buka Suara

Maskapai Malaysia Airlines buka suara terkait pilotnya ditangkap karena menyelundupkan puluhan kilogram ekstasi. Maskapai penerbangan Malaysia itu menyatakan akan kooperatif dengan otoritas Indonesia sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Dilaporkan kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Malaysia Airlines mengatakan pihaknya menahan diri untuk berkomentar, tetapi menanggapi serius tuduhan tersebut.

Dalam pernyataan kepada Bernama, maskapai nasional Malaysia tersebut mengatakan pihaknya tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut karena masalah tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang Indonesia.

"Malaysia Airlines ingin menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut," katanya, dilansir Free Malaysia Today, Jumat (31/7).


Diusut Kepolisian Malaysia

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika Bukit Aman, Hussein Omar Khan, mengatakan pihaknya juga tengah melakukan penyelidikan. Pemeriksaan kepada para staf yang terlibat dalam pemeriksaan keamanan di KLIA juga dilakukan.

"Kami akan segera memanggilnya untuk membantu penyelidikan, dan jika perlu, kami akan menangkapnya," katanya pada konferensi pers di markas polisi Selangor hari ini, seperti dilaporkan media lokal Harian Metro.

Hussein mengatakan berdasarkan prosedur pemeriksaan keamanan KLIA, para pelancong harus menjalani empat tingkat pemeriksaan. Bila tak lolos di pemeriksaan awal, maka otomatis tidak akan bisa lanjut ke pemeriksaan sebelumnya.

"Jika mereka lolos pemeriksaan pertama, yang dilakukan secara otomatis melalui sistem pemindaian, mereka tidak akan melanjutkan ke tingkat kedua," ujarnya, dilansir Free Malaysia Today, Selasa (4/8/2026).

"Namun, jika sesuatu terdeteksi atau jika pihak berwenang memiliki kekhawatiran, mereka akan dikirim untuk pemeriksaan tingkat kedua dan ketiga," imbuhnya.

"Dalam hal ini, jika mereka lolos pemeriksaan tanpa ada hal mencurigakan yang terdeteksi, mereka akan diizinkan untuk melanjutkan," kata Hussein.

Kerja Sama dengan Polisi Indonesia

Hussein juga mengatakan polisi Malaysia bekerja sama dengan kepolisian Indonesia untuk menyelidiki bagaimana tersangka memperoleh narkoba tersebut.

Ia mengatakan polisi juga sedang menyelidiki bagaimana tersangka berhasil melewati pemeriksaan keamanan di KLIA sebelum meninggalkan Malaysia, dan memeriksa jaringan distribusi yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan sindikat internasional di Indonesia.

"Kami sedang menunggu izin dari kepolisian Indonesia. Ketika waktunya tepat, petugas kami akan pergi ke sana untuk mewawancarai tersangka," katanya.

Saksikan Live DetikPagi:

(dek/dek)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |