Penembakan Massal Tewaskan 8 Anak, Polisi Sebut Insiden KDRT

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Suasana pagi yang seharusnya tenang di sebuah kawasan permukiman di Shreveport berubah menjadi tragedi berdarah ketika seorang pria bersenjata menewaskan delapan anak dalam insiden penembakan massal yang disebut pihak berwenang sebagai bagian dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu (19/4/2026) itu, Polisi menyatakan pelaku tewas setelah ditembak aparat dalam pengejaran kendaraan.

Juru bicara kepolisian Shreveport, Christopher Bordelon, mengatakan kepada stasiun televisi lokal KTBS bahwa tujuh jenazah anak ditemukan di dalam rumah, sementara satu korban lainnya ditembak saat mencoba melarikan diri melalui atap. Korban berusia antara 1 hingga 14 tahun.

Informasi awal menunjukkan rangkaian kejadian bermula ketika pelaku menembak seorang perempuan, sebelum bergerak beberapa blok ke rumah tempat anak-anak tersebut tinggal, menurut pernyataan kepolisian di Facebook. Polisi juga mengungkapkan bahwa pelaku memiliki anak yang tinggal di rumah tersebut.

Bordelon menggambarkan lokasi kejadian sebagai "tempat kejadian perkara yang sangat mengerikan."

Pihak berwenang kemudian mengidentifikasi pelaku sebagai Shamar Elkins, sebagaimana dikonfirmasi oleh Direktur Komunikasi Kantor Wali Kota Shreveport, Leigh Anne Evensky, kepada Reuters.

Bordelon menyebut sedikitnya 10 orang menjadi korban tembakan, namun belum memerinci kondisi para korban yang selamat.

Setelah melakukan penembakan, pelaku membajak sebuah kendaraan dan melarikan diri. Pengejaran berlanjut hingga ke wilayah tetangga, Bossier Parish, sebelum polisi menembak kendaraan tersebut dan menewaskan pelaku. Penembakan oleh aparat kini sedang diselidiki oleh Kepolisian Negara Bagian Louisiana.

Wali Kota Shreveport, Tom Arceneaux, menyebut tragedi ini sebagai salah satu yang paling buruk dalam sejarah kota tersebut.

"Ini adalah situasi tragis, mungkin situasi tragis terburuk yang pernah kami alami," ujarnya.

Sebagai respons, otoritas setempat tengah mendorong pembentukan pusat komprehensif untuk penanganan kekerasan dalam rumah tangga oleh Sheriff Caddo Parish, yang didukung oleh kantor wali kota.

Dalam konferensi pers, Senator Negara Bagian Louisiana Sam Jenkins menegaskan bahwa tragedi ini menunjukkan perlunya peningkatan sumber daya untuk menangani kekerasan domestik.

"Jika kita memiliki seseorang dengan riwayat kekerasan dalam rumah tangga, mari pastikan bahwa sumber daya dan intervensi itu tersedia secara berkelanjutan dan konsisten, dengan harapan dapat menghindari apa yang kita lihat hari ini," kata Jenkins.

Reaksi juga datang dari tingkat nasional. Ketua DPR AS Mike Johnson, yang berasal dari Shreveport, menyebut insiden tersebut sebagai "tragedi yang memilukan" melalui media sosial. Gubernur Louisiana Jeff Landry mengatakan dirinya dan istrinya "mendoakan semua yang terdampak."

Tragedi ini menambah panjang daftar kekerasan senjata api di Amerika Serikat. Data dari Gun Violence Archive mencatat, tanpa menghitung insiden di Shreveport, telah terjadi sedikitnya 119 penembakan massal di AS sepanjang tahun ini, dengan total 117 korban tewas, termasuk 79 anak-anak, serta 458 orang terluka.

Lembaga tersebut mendefinisikan penembakan massal sebagai insiden di mana setidaknya empat orang, tidak termasuk pelaku, terluka atau tewas akibat tembakan. Sepanjang tahun lalu, tercatat 407 kasus penembakan massal di Amerika Serikat.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |