Jakarta, CNBC Indonesia - Sam Altman, CEO OpenAI, dikenal sebagai sosok yang cukup terkenal di industri AI. Bahkan bisa disebut sebagai ahli AI karena perusahaannya yang berhasil menghasilkan produk AI terkemuka.
Namun karyawan yang bekerja dengan Altman berkata sebaliknya. Laporan New York Times yang mengutip sejumlah 'orang dalam' menuliskan sosok Altman yang berbeda dari yang dikenal masyarakat luas saat ini.
Salah satunya Altman disebut sebagai tukang manipulasi dengan kemampuan teknis seadanya. Ahli komputer yang diwawancarai dalam laporan ini menyebut pengalaman soal pemrograman komputer dan pembelajaran mesin bosnya tidak memadai.
Bahkan, Altman dilaporkan kerap salah menyebut konsep dan istilah dasar soal AI.
Mantan peneliti OpenAI, Carol Wainwright juga punya gambaran tertentu soal Altman. Pria 40 tahun itu dikatakan tidak punya batasan pada dirinya sendirinya.
"Dia menciptakan struktur, yang di atas kertas membatasi dirinya pada masa depan. Namun ketika masa depan sudah tiba dan seharusnya langkahnya dibatasi, ia tak peduli dengan struktur itu," kata Wainwright.
Altman juga disebut sebagai 'Jedi mind trick', yakni kemampuan Jedi dalam seri Star Wars untuk memengaruhi orang lain.
Tak hanya itu, eksekutif senior di Microsoft juga menyatakan Altman akan bernasib seperti Bernie Madoof atau Sam Bankman-Fried yang dikenal luas dalam kasus penipuannya. Penilaian ini karena Altman punya sifat yang manipulatif.
Sebagai informasi, Altman memang punya pengalaman soal ilmu komputer. Dia tercatat pernah berkuliah komputer di Stanford.
Namun pendidikannya itu terhenti hanya selama dua tahun saja. Sebab kemudian Altman drop out dari kampusnya.
(dem/dem)
Addsource on Google


















































