Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut, Pengungsi Terus Berkurang

3 hours ago 1

Jakarta -

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) melaporkan perkembangan terbaru pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Hingga 3 Februari 2026, fokus penanganan diarahkan pada pengurangan jumlah pengungsi, pemulihan layanan dasar, pengaktifan kembali kegiatan ekonomi masyarakat, serta pembangunan hunian sementara (huntara).

Berdasarkan rekap data Satgas PRR, jumlah pengungsi saat ini tercatat sebanyak 102.480 jiwa. Angka tersebut menurun signifikan dibandingkan kondisi awal pascabencana pada 2 Desember 2025 yang mencapai 2.178.269 jiwa. Dengan penurunan ini, sebagian besar warga terdampak telah kembali ke rumah masing-masing, menempati huntara, atau tinggal di lokasi yang dinilai layak dan aman.

Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, menegaskan upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fokus kami bukan sekadar membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi memastikan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara normal. Dengan terus menurunnya jumlah pengungsi dan mulai pulihnya aktivitas ekonomi, proses rehabilitasi dan rekonstruksi kini memasuki fase yang lebih stabil," kata Amran, dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Pemulihan juga terlihat pada sektor ekonomi kerakyatan. Sebanyak 553 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak telah kembali beroperasi, terdiri dari 465 pasar di Aceh, 57 pasar di Sumut, dan 31 pasar di Sumbar. Kembali berfungsinya pasar rakyat tersebut turut didukung oleh pemulihan akses jalan serta distribusi logistik di wilayah terdampak.

Di bidang perumahan, Satgas PRR mencatat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) di tiga provinsi telah mencapai lebih dari 90 persen secara agregat. Rinciannya, penyaluran DTH di Sumbar mencapai 97,06 persen, Aceh 91,90 persen, dan Sumut 86,12 persen. Skema penyaluran langsung ke rekening penerima diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan secara mandiri sambil menunggu pembangunan hunian tetap.

Pemulihan konektivitas darat juga terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Satgas PRR melaporkan seluruh jalan dan jembatan nasional kini berada dalam kondisi fungsional, sehingga mobilitas antarwilayah utama kembali berjalan normal.

Selain itu, TNI Angkatan Darat melalui Kodam Iskandar Muda dan Kodam I/Bukit Barisan telah menyelesaikan pembangunan dan perbaikan sejumlah jembatan darurat di wilayah terdampak, khususnya di Provinsi Aceh. Sementara itu, Polri melaporkan perbaikan akses darat di Sumbar telah rampung, dengan pekerjaan lanjutan masih berlangsung di Aceh dan Sumut.

Pada aspek layanan dasar, Satgas PRR memastikan ketersediaan fasilitas sanitasi dan sosial tetap terjaga. Hingga kini, telah dibangun 666 sumur bor dan 168 unit MCK di wilayah terdampak guna mendukung kebutuhan air bersih dan sanitasi masyarakat.

Satgas PRR mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah diperbaiki serta mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi lanjutan. Upaya tersebut mencakup pembangunan hunian tetap yang saat ini tengah disiapkan secara bertahap.

(akd/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |