Jakarta -
Pemilik kapal yang ditumpangi lima jurnalis untuk meliput Gunung Anak Krakatau menyebut bahwa kapalnya layak berlayar. Kapal disebut sudah berizin dan diperiksa oleh syahbandar.
"Masih, layak jalan, ya. Kita ada izinnya juga untuk dikontrol dari syahbandar," kata pemilik kapal Sandi Wiyasa di pos SAR Nasional, Pantai Carita, Pandeglang, Rabu (9/9/2026).
"Kapal itu sebelum berangkat ini dia baru dari Ujung Kulon," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi menyebut kapalnya menggunakan dua mesin. Jika salah satu mesin mati, mesin lainnya bisa menggantikan.
"Kita kan double engine nih, dua mesin. Kalaupun misalnya kerusakan, mungkin hanya ada satu, satu pasti hidup. Pengalaman kita nggak semuanya mati, gitu kan," ujarnya.
Selain itu, menurut Sandi, kapten kapal, Warta, sudah berpengalaman di perairan Krakatau hingga Ujung Kulon. Warta disebut biasa memperhitungkan banyaknya bahan bakar yang diperlukan.
"Kalau misalnya kita dari bensin, kita kapten itu sudah, sudah belasan, puluhan tahun pegang boat. Dia sudah menghitung antara kebutuhan bensin antara Krakatau dan Ujung Kulon itu berapa liter," ucapnya.
Diketahui, lima jurnalis yang hilang kontak adalah M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal Husni (freelance). Sementara itu, tiga awak kapal masing-masing Warta selaku kapten, Sukarman sebagai ABK, serta Heriyanto sebagai guide.
Tim SAR melanjutkan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Tim SAR gabungan menyisir pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.
"Pada pencarian hari pertama, tim SAR telah menyisir sejumlah perairan hingga sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan rombongan maupun speedboat yang digunakan," kata Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, Rabu (9/9/2026).
Tim SAR gabungan kini mengerahkan lima kapal untuk menyisir perairan Selat Sunda dengan total area pencarian sekitar 271 nautical mile (NM).
Kapal yang dikerahkan adalah KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, dan KP Sanjaya 7016 milik Polairud Mabes Polri untuk melakukan penyisiran di sejumlah sektor.
"Berdasarkan rencana operasi SAR (SARMEP), area pencarian dibagi ke beberapa sektor dengan total sekitar 271 NM. KN SAR Tetuka dan KAL Anyer melakukan penyisiran di sektor masing-masing, sementara RIB 02 Banten difokuskan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang," ujarnya.
Ia meminta dukungan doa dari masyarakat agar seluruh korban segera ditemukan.
"Kami mohon doanya dari rekan-rekan media dan masyarakat agar sesegera mungkin tim SAR menemukan korban dalam kondisi selamat," ujarnya.
Saksikan Live DetikSore:
Simak Video 'Update Hari Kedua Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda':
(aik/eva)

















































