Jakarta -
Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akan melakukan pengetatan pemeriksaan terhadap kru pesawat. Hal ini menyusul ditangkapnya kopilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman (39) yang kedapatan menyelundupkan 26 kilogram ekstasi ke Indonesia.
"Kalau untuk pengetatan pasti. Setelah ini pasti kami akan lakukan pengetatan. Jadi kalau dulu itu kan pilot kami periksa mungkin mereka ngedumel ya, 'Ini kan kami kenapa harus diperiksa sih?' Kalau sekarang ya nggak, nggak bisa ngeles lagi," kata Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Hengky mengatakan pemeriksaan urine dan hal lainnya menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub ataupun maskapai masing-masing. Bea Cukai, kata Hengky, akan melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah penerbangan dilakukan.
"Tapi kalau terkait dengan keselamatan penerbangan, misalnya nih tes urine seperti itu, itu sebenarnya kewenangannya bukan di Bea Cukai. Itu di Kementerian Perhubungan ya atau airline yang bersangkutan. Kalau (Bea Cukai) untuk random apa ya istilahnya ya, random tes urin lah, gitu misalnya," jelasnya.
Bea Cukai sendiri telah menyerahkan Mohd Saufi bin Othman ke Bareskrim Polri untuk diproses hukum. Dalam pemeriksaan, terungkap juga Saufi positif tiga jenis narkoba. Saufi diduga dalam kondisi memakai narkoba saat penerbangan.
Selain narkotika, petugas menemukan barang bukti lain berupa satu botol kecil berisi urine 'cadangan'. Urine tersebut diduga disiapkan Saufi untuk memalsukan hasil tes urine jika sewaktu-waktu ada pemeriksaan mendadak di bandara.
Malaysia Airlines Buka Suara
Maskapai Malaysia Airlines buka suara terkait pilotnya ditangkap karena menyelundupkan puluhan kilogram ekstasi. Maskapai penerbangan Malaysia itu menyatakan akan kooperatif dengan otoritas Indonesia sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Dilaporkan kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Malaysia Airlines mengatakan pihaknya menahan diri untuk berkomentar, tetapi menanggapi serius tuduhan tersebut.
Dalam pernyataan kepada Bernama, maskapai nasional Malaysia tersebut mengatakan pihaknya tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut karena masalah tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang Indonesia.
"Malaysia Airlines ingin menegaskan kembali bahwa pihaknya tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran dan saat ini sedang melakukan peninjauan internal atas masalah tersebut," katanya, dilansir Free Malaysia Today, Jumat (31/7).
Tonton juga video "Malaysia Selidiki Lolosnya Kopilot Kurir 26 Kg Ekstasi ke Indonesia"
(wnv/dek)


















































