Pejabat dan Politisi Minggir, China Pajang Wajah Ilmuwan di Billboard

4 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Wajah para ilmuwan terkemuka kini menghiasi ruang publik di berbagai kota besar di China. Mulai dari alun-alun pusat kota, stasiun kereta bawah tanah, hingga papan iklan raksasa di jalan layang, sosok-sosok yang mengubah peradaban itu ditampilkan secara menonjol. Langkah ini bukan sekadar pajangan biasa. Ini adalah pesan yang disampaikan secara langsung kepada seluruh masyarakat: siapa yang sebenarnya layak dijadikan teladan dan panutan.

Menurut laporan Global Times, Jumat (18/9/2026), fenomena ini menarik perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke China. Di negara lain, papan iklan raksasa biasanya dipenuhi artis hiburan, tokoh olahraga, atau produk. Di Indonesia, billboard juga kerap digunakan untuk memamerkan wajah pejabat dan politisi.

Di China, wajah yang tampil justru para ilmuwan yang namanya belum tentu dikenal secara luas di luar negeri, tetapi kontribusinya dirasakan oleh jutaan orang.

Berikut beberapa nama ilmuwan yang wajahnya dipajang di ruang publik beserta jasa-jasa utama yang dikenang masyarakat China:

  • Qian Xuesen - Bapak program roket dan antariksa China. Ia meletakkan dasar teknologi peluncuran yang kini membawa China menjadi salah satu kekuatan antariksa utama dunia.
  • Deng Jiaxian - Fisikawan nuklir yang dikenal sebagai Bapak Bom Nuklir China. Ia memimpin pengembangan senjata nuklir pertama negaranya dalam kondisi yang sangat terbatas.
  • Yuan Longping - Penemu varietas padi hibrida yang menghasilkan panen jauh lebih tinggi. Temuannya menyelamatkan jutaan orang dari kelaparan dan kini dibudidayakan di berbagai negara termasuk Indonesia.
  • Tu Youyou - Ilmuwan pertama perempuan China yang memenangi Nobel. Ia menemukan senyawa antimalaria artemisinin yang kini menjadi obat standar penyembuhan demam berdarah di seluruh dunia.

Penempatan wajah para ilmuwan di tempat paling strategis bukanlah kebetulan. Langkah ini mencerminkan nilai yang ingin ditanamkan secara luas di tengah masyarakat:

  • China ingin mengubah cita-cita anak bangsa. Jajak pendapat beberapa tahun terakhir menunjukkan perbedaan mencolok. Anak-anak di China lebih banyak bercita-cita menjadi astronaut, ilmuwan, atau insinyur. Di Amerika Serikat dan Inggris, cita-cita yang paling banyak disebut adalah menjadi tokoh media sosial atau selebritas.
  • China menghormati tradisi lama. Penghormatan terhadap pengetahuan dan orang berilmu sudah berakar kuat dalam budaya masyarakat China sejak zaman dahulu. Penampilan di papan iklan raksasa ini adalah bentuk perwujudan modern dari penghormatan tersebut.
  • Pemerintah China ingin menjawab pertanyaan dunia soal kemajuan teknologi China. Kemajuan teknologi China yang makin terlihat, mulai dari kendaraan listrik, kecerdasan buatan, hingga stasiun luar angkasa, memicu pertanyaan banyak pihak.

Karyanya peneliti China digunakan Indonesia

Para ilmuwan yang ditampilkan bukan hanya pahlawan nasional bagi warga China. Karya mereka juga digunakan oleh masyarakat luas di berbagai benua.

  • Padi hibrida karya Yuan Longping dikembangkan dan ditanam di Indonesia untuk meningkatkan hasil panen petani.
  • Obat artemisinin karya Tu Youyou menjadi obat utama yang digunakan di seluruh dunia untuk mengatasi malaria.
  • Sistem navigasi satelit Beidou yang dikembangkan tim ilmuwan China kini digunakan secara global, termasuk oleh perangkat di Indonesia.
  • Penelitian yang dilakukan di Stasiun Luar Angkasa Tiangong terbuka untuk kerja sama dengan ilmuwan dari negara-negara lain.

Banyak pengguna media sosial menyambut baik langkah ini. "Ilmuwan adalah orang-orang yang seharusnya menjadi idola," tulis salah satu warganet. "Mereka adalah bintang sejati yang seharusnya kita ikuti," tambah yang lain. Ada pula yang menyebut negara lain sebaiknya meniru hal serupa agar anak-anak memiliki teladan yang menginspirasi untuk belajar dan berkarya.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |