Sinyal Bahaya dari Amerika Serikat Sudah Sampai ke Eropa

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kekhawatiran soal bahaya kecerdasan buatan (AI) mulai menjadi perhatian serius di Eropa. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mendukung seruan sejumlah perusahaan AI terkemuka Amerika Serikat (AS) untuk memperlambat pengembangan teknologi tersebut.

Dalam pidatonya di Parlemen Eropa, Strasbourg, von der Leyen mengatakan akan mengundang perusahaan AI terdepan untuk membahas langkah mengatasi risiko dari perkembangan teknologi tersebut.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi bahaya AI. Langkah von der Leyen juga berseberangan dengan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menepis kekhawatiran mengenai keselamatan AI.

"Seiring model-model terdepan menjadi makin mampu, risiko-risiko ini makin terlihat jelas. Model yang sedang dikembangkan akan memungkinkan peretasan pada tingkat yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Dan model tersebut akan segera berada di tangan pihak-pihak yang melihat dunia dengan cara yang sangat berbeda dari kita," kata von der Leyen kepada anggota parlemen Uni Eropa, dikutip dari Reuters, Kamis (17/9/2026).

Pernyataan dia merujuk pada sejumlah insiden yang melibatkan agen AI serta peringatan dari para pengembang teknologi tersebut.

"CEO dari perusahaan-perusahaan paling maju mengatakan kepada kita bahwa sudah waktunya untuk memperlambat model yang bersifat self-recursive. Untuk mengatur laju perkembangan teknologi terdepan. Jika orang-orang yang mengembangkan teknologi ini sudah jelas, maka kita juga harus demikian," ujarnya.

Kekhawatiran tersebut juga disampaikan peneliti Anthropic, Jacob Coxon. Ia mengundurkan diri dan menuding Anthropic serta OpenAI berlomba mengembangkan superinteligensi yang mampu memperbaiki dirinya sendiri tanpa mengambil langkah yang bertanggung jawab. Coxon sebelumnya bekerja di OpenAI.

CEO Anthropic Dario Amodei pada pekan lalu juga meminta perusahaan AI memperlambat laju peningkatan kemampuan model. Seruan tersebut mendapat dukungan dari Elon Musk, pendiri xAI, dan CEO OpenAI Sam Altman.

Von der Leyen mengatakan aturan Uni Eropa mengenai penggunaan AI yang baru diadopsi menempatkan Eropa dalam posisi untuk ikut membentuk upaya global dalam menangani risiko teknologi tersebut.

Eropa, kata dia, akan bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki pandangan serupa, termasuk Kanada dan Inggris. Kerja sama itu mencakup evaluasi model, verifikasi, serta keamanan AI.

"Saya akan mengundang laboratorium-laboratorium utama di garis depan untuk berdiskusi tentang bagaimana kita dapat mendukung upaya industri yang sedang berjalan untuk mengatur laju perkembangan teknologi terdepan," kata von der Leyen.

Selain soal AI, von der Leyen juga mengusulkan pembatasan media sosial bagi anak-anak. Ia mengusulkan larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 13 tahun serta tidak adanya akun pribadi bagi mereka yang berusia di bawah 15 tahun.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |