Menlu Kecam Aksi Tak Manusiawi Israel ke Relawan Flotilla: Pelanggaran Serius

5 hours ago 4
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan sikap pemerintah Indonesia yang mengecam aksi tidak manusiawi Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla (GSF). Sugiono menilai tindakan Israel sebagai pelanggaran serius dalam hukum internasional.

"Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan. Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi," kata Sugiono dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).

Pemerintah terus mengawal proses pemulangan sembilan WNI yang ditangkap Israel yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla hingga sampai ke Tanah Air. Sugiono mengapresiasi peran aktif Turki dalam proses pemulang seluruh WNI dan berterima kasih atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke Tanah Air dengan selamat. Kami mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh warga negara Indonesia yang telah mendoakan keselamatan para saudara-saudara kita yang ditangkap ini dan terima kasih juga kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas arahannya sehingga proses ini bisa berlangsung dengan lancar," ucapnya.

Pemulang seluruh WNI berkat kerja keras dan koordinasi pemerintah dengan KBRI Ankara dan sejumlah pihak lainnya. Sugiono turut berterima kasih atas perhatian Komisi I DPR dan dukungan seluruh masyarakat.

"Perkembangan positif ini merupakan buah kerja keras dan koordinasi erat yang dilakukan Pemerintah Indonesia secara intensif sejak menerima laporan pencegatan armada GSF 2.0 dan Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia termasuk melalui KBRI Ankara, KBRI Cairo, KBRI Roma, KBRI Aman, dan KJRI Istanbul serta menjalin komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional terkait guna memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh warga negara Indonesia," tuturnya.

Steering Committee Global Sumud Flotilla dan Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy, Maimon Herawati, sebelumnya menyampaikan sembilan WNI yang ditangkap tentara Israel beberapa waktu lalu, sudah dibebaskan. Mereka kemudian diterbangkan ke Turki.

"Baru saja kami menerima daftar nama dari Israel yang diberikan kepada tim pengacara di sana dan di dalam nya 9 WNI tertera di sana. Tapi yang perlu kita tunggu adalah manifest dari pesawat. Apakah kesembilannya masuk dalam pesawat dan untuk itu tunggu 2-3 jam lagi nanti kita akan update lagi," kata Maimon dalam rekaman video yang diterima, Kamis (21/5).

Lihat juga Video: Kemenlu Kutuk Keras Penangkapan 9 WNI oleh Israel

(rfs/dek)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |