Mengenal 'Supeltas', Pengatur Lalu Lintas di Jalur Alternatif Puncak Bogor

4 hours ago 2

Bogor -

Polisi menggandeng sukarelawan pembantu lalu lintas (Supeltas) dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Puluhan Supeltas diberdayakan untuk mengamankan jalur alternatif di kawasan Puncak.

"Di hari ke-12 pasca operasi, seluruh personel Polsek Megamendung di titik-titik jalur arus lalu lintas dan juga tim Supeltas terbagi menjadi tiga wilayah," kata Kapolsek Megamendung AKP Desi Triana, Selasa (24/3/2026).

Bersinergi dengan Supeltas, polisi lalu lintas dari Polres Bogor lebih mudah memantau kondisi serta mengamankan jalur alternatif agar arus kendaraan lancar. Keresahan wisatawan akan keberadaan joki penunjuk arah yang menggetok harga ke wisatawan pun teratasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berkat berjibaku kompak, jalur menuju Puncak walau mengalami perlambatan arus kendaraan lalu lintas tetap terpantau aman kondusif dan roda terus berputar," bebernya.

Seorang Supeltas, Ahmad Yani menceritakan awal mula dia menjadi sukarelawan tersebut. Dia tergerak untuk membantu mengamankan jalur alternatif di Puncak.

Sebab ketika musim liburan tiba, bahkan di jalur alternatifpun kerap terjadi kepadatan. Maka pria 46 tahun uini tergerak untuk membantu mengurai arus lalu lintas di jalur alternatif.

"Ya, mengurangi... mengurangi kemacetan, membantu orang yang kemacetan ya, biar lancar gitu jalan lintas," kata dia sembari mengatur lalu lintas.

Dia bertugas di sekitar Simpang Gadog, Kecamatan Ciawi. Ahmad sudah bertugas sejak Operasi Ketupat digelar. Rencananya, dia akan bertugas sampai hari Minggu nanti.

Dia menerima sejumlah uang kompensasi atas jasanya mengatur lalu lintas tersebut. Di tempatnya bertugas, kebanyakan kendaraan motor yang melintas.

"Kalau di sini banyakan motor yang ramai ini," bebernya.

Saat Lebaran kemarin, dia juga bertugas mengatur lalu lintas. Meski demikian, dia tetap merasa senang karena bisa membantu orang lain.

"Ya senangnya membantu orang lain aja biar lancar gitu," sebutnya.

Di luar tugasnya sebagai Supeltas, dia menjajakan jasanya sebagai tukang ojek. Dia kerap mangkal di sekitar wilayah Kecamatan Ciawi. Baginya, menjadi Supeltas adalah panggilan jiwa.

(rdh/aud)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |