KSP: Pemerintah Selalu Buka Ruang Masyarakat Sampaikan Pendapat dan Kritik

3 hours ago 3
Jakarta -

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurahhman mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Ia memastikan pemerintah selalu membuka ruang pendapat dan kritik.

"Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik," kata Dudung lewat keterangan videonya, Kamis (11/6/2026).

Dudung menilai kritik merupakan napas demokrasi yang harus membangun bukan sebaliknya. Ia meminta masyarakat untuk memahami kritik dan adu domba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebab, kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa," ujarnya.

Dudung mengingatkan bahwa Indonesia lahir melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. Menurutnya, Indonesia telah melewati berbagai ujian sejarah, mulai dari pemberontakan hingga konflik sosial yang mengancam persatuan nasional.

"Bangsa ini lahir bukan dari jalan yang lapang. Indonesia tumbuh dari sejarah panjang, luka yang dalam, air mata, pengorbanan, dan darah para pendiri bangsa," ujarnya.

Ia lantas menyebut berbagai peristiwa yang pernah menguji keutuhan bangsa, seperti pemberontakan PKI Madiun, DI/TII, RMS, G30S PKI, hingga berbagai gerakan separatis yang berupaya memecah belah Indonesia. Selain itu, konflik di Ambon, Poso, Sampit, Sambas, Aceh, dan sejumlah wilayah di Papua juga menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa dalam menjaga keutuhan bangsa.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Dudung menegaskan Indonesia tetap berdiri kokoh karena memiliki warisan luhur berupa semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' yang mengajarkan persatuan dalam keberagaman.

"Bangsa ini tetap berdiri karena kita memiliki warisan luhur: 'Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa, berbeda-beda tetapi tetap satu, tidak ada kebenaran yang mendua'," ujarnya.

Lebih lanjut, Dudung menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini terus bekerja membangun Indonesia yang lebih kuat dan adil. Dudung mengajak seluruh masyarakat mempererat persatuan dan bekerja bersama demi meraih cita-cita Indonesia Emas 2045.

"Mari kita, sebagai bangsa Indonesia, merapatkan barisan dan merawat persatuan untuk menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Dudung pun berharap perjalanan sejarah bangsa Indonesia dapat menjadi bahan refleksi dan introspeksi bersama untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.

"Akhirnya, rangkaian sejarah Indonesia sampai dengan saat ini hendaknya dapat dijadikan tonggak refleksi dan introspeksi untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat," ujarnya.

(eva/isa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |